Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Bulan Ramadan selalu Menampilkan Potensi usaha musiman yang perputaran uangnya sangat cepat.Salah satu yang paling stabil Bersama tahun Ke tahun adalah jualan takjil.
Menjelang waktu berbuka puasa, Komunitas berburu Konsumsi dan minuman ringan Sebagai mengembalikan energi Setelahnya seharian menahan haus dan lapar.
Kejadian Luar Biasa ini bukan sekadar Kearifan Lokal, tetapi sudah menjadi pasar harian Bersama permintaan tinggi dan konsisten.
Ide jualan takjil Bersama modal kecil bisa menghasilkan keuntungan signifikan jika tepat memilih menu dan lokasi.
Mengapa Jualan Takjil Sangat Menjanjikan Pada Ramadan?
Salah satu perilaku khas Ramadan adalah meningkatnya pembelian impulsif menjelang berbuka. Setelahnya menahan lapar dan haus seharian:
1. Lapar Mata
Setelahnya menahan lapar seharian, rangsangan visual Konsumsi menjadi sangat kuat. Orang cenderung membeli lebih banyak Bersama Wacana awal.
2. Efek “Sekalian”
Awalnya ingin beli minuman saja. Lalu menambah gorengan. Lalu menambah kolak. Nilai transaksi naik tanpa terasa.
3. Tekanan Waktu
Sebab waktu berbuka Didekat, pembeli tidak ingin berpikir lama. Harga selisih Rp1.000-Rp2.000 jarang dipermasalahkan. Ini berarti margin sedikit lebih fleksibel dibanding hari biasa.
Potensi Keuntungan Jualan Takjil
Struktur biaya usaha takjil relatif sederhana. Bahan baku mudah diperoleh, proses produksi cepat, dan penjualan langsung Ke konsumen tanpa rantai distribusi panjang. Hal ini membuat margin kotor bisa berada Ke kisaran 30-60 persen tergantung jenis produk.
Sebagai gambaran, minuman Bersama modal Disekitar Rp2.500 per cup dapat dijual Rp6.000. Jika terjual 100 cup per hari, omzet mencapai Rp600.000. Ditambah gorengan Bersama omzet Rp400.000-Rp500.000 per hari, total penjualan bisa menyentuh Rp1 juta Di satu sore Ke lokasi ramai.
Jika konsisten Pada 30 hari, keuntungan bersih Setelahnya dikurangi biaya operasional bisa mencapai belasan juta Uang Negara Indonesia Sebagai skala kecil-menengah.
Ide Jualan Takjil Paling Laris dan Menguntungkan
Di praktiknya, ada tiga kategori utama yang hampir selalu Memiliki permintaan tinggi Pada Ramadan.
1. Minuman Segar (Perputaran Tercepat)
Minuman manis dan segar menjadi pilihan utama Sebagai berbuka. Beberapa ide jualan takjil minuman yang paling sering laris Antara lain:
-
Es buah
-
Es campur
-
Es blewah
-
Es kelapa muda
-
Es jeruk peras
-
Es teh jumbo
-
Thai tea
-
Es cincau susu
Minuman Memiliki Kepentingan Sebab mudah diproduksi Di jumlah besar, cepat habis, dan margin cukup tinggi. Bersama modal rata-rata Rp2.000-Rp3.000 per cup, produk bisa dijual Rp5.000-Rp8.000.
2. Takjil Tradisional (Pasar Loyal)
Menu klasik tetap Memiliki tempat tersendiri Sebab identik Bersama Ramadan. Beberapa yang paling dicari:
-
Kolak pisang
-
Kolak ubi
-
Bubur sumsum
-
Bubur candil
-
Klepon
-
Lupis
-
Nagasari
Takjil tradisional Memiliki pasar lintas generasi dan relatif stabil permintaannya. Meski margin per porsi tidak setinggi produk Terkini, volume penjualannya konsisten.
3. Gorengan
Gorengan hampir selalu dibeli bersamaan Bersama minuman. Produk yang paling cepat laku biasanya:
-
Bakwan
-
Tahu isi
-
Tempe goreng
-
Pisang goreng
-
Risoles
-
Pastel
Harga terjangkau membuat gorengan Memiliki volume tinggi. Di banyak Peristiwa Pidana Hukum, gorengan menjadi produk Bersama jumlah penjualan terbanyak per hari.
Modal Jualan Takjil: Berapa yang Dibutuhkan?
Salah satu alasan usaha ini diminati adalah kebutuhan modal yang relatif kecil.
Sebagai skala rumahan sederhana, kebutuhan modal awal biasanya meliputi:
-
Bahan baku awal: Rp500.000-Rp1.000.000
-
Peralatan tambahan (jika belum ada): Rp500.000-Rp1.500.000
-
Perabot/etalase sederhana: Rp300.000-Rp700.000
-
Kemasan dan plastik: Rp200.000-Rp500.000
Total modal jualan takjil berkisar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta.
Jika sebagian peralatan sudah tersedia Ke Tempattinggal, modal bisa lebih rendah. Justru banyak pedagang memulai Bersama modal Ke bawah Rp1 juta Bersama fokus Di satu jenis produk.
Simulasi Keuntungan Jualan Takjil Pada Ramadan
Sebagai memahami potensi usaha Ramadan menguntungkan ini, berikut simulasi realistis.
Misalnya, Di satu hari penjual berhasil menjual:
-
100 cup minuman @Rp6.000 = Rp600.000
-
250 gorengan @Rp1.500 = Rp375.000
-
50 cup kolak @Rp5.000 = Rp250.000
Total omzet harian: Rp1.225.000
Bersama asumsi margin bersih 25-35 persen Setelahnya dikurangi bahan dan biaya operasional, laba harian bisa berada Ke kisaran Rp300.000-Rp400.000.
Jika konsisten Pada 30 hari, potensi keuntungan bersih bisa mencapai Rp9 juta-Rp12 juta Di satu bulan Ramadan.
Angka ini tentu tergantung lokasi, Mutu produk, dan konsistensi penjualan.
Strategi Jualan Takjil Agar Laris dan Cepat Balik Modal
Mengetahui ide jualan takjil saja tidak cukup. Strategi eksekusi sangat menentukan.
1. Pilih Lokasi Strategis
Lokasi Didekat perumahan padat, masjid besar, sekolah, atau jalur utama menjelang maghrib Memiliki Potensi lebih tinggi. Traffic sore hari adalah faktor Kunci.
2. Fokus Di Tampilan Produk
Takjil adalah Usaha visual. Warna minuman yang cerah dan susunan gorengan yang rapi bisa Meningkatkan daya tarik secara signifikan.
3. Gunakan Strategi Bundling
Menawarkan paket hemat seperti “3 takjil Rp10.000” atau “Paket keluarga” dapat Meningkatkan nilai transaksi rata-rata.
4. Produksi Bertahap
Jangan langsung membuat Di jumlah besar Ke awal. Amati pola penjualan 3-5 hari pertama, lalu sesuaikan kapasitas produksi.
Promosi Melewati grup warga, pre-order, atau sistem pesan antar dapat menambah volume penjualan tanpa harus bergantung sepenuhnya Di pembeli lewat.
Segmentasi Pasar: Jangan Jual Ke Semua Orang
Strategi Akansegera lebih efektif jika target pasar jelas.
-
Didekat sekolah → fokus minuman manis murah & gorengan
-
Didekat perkantoran → paket praktis & premium
-
Didekat perumahan → kombinasi tradisional & keluarga
-
Area kelas menengah → dessert Terkini & kemasan Menarik Perhatian
Bersama menentukan segmen, harga dan variasi produk bisa disesuaikan agar lebih tepat sasaran.
Risiko Jualan Takjil dan Cara Mengatasinya
Meski terlihat menjanjikan, usaha ini tetap Memiliki risiko.
Cuaca hujan bisa menurunkan jumlah pembeli. Harga bahan baku seperti Energi dan gula dapat naik mendadak. Ke Di Itu, Rival musiman biasanya bermunculan menjelang Ramadan.
Sebagai meminimalkan risiko:
Disiplin pencatatan sederhana dapat membantu menjaga margin tetap sehat.
Model Usaha Alternatif Jualan Takjil
Selain berjualan Ke pinggir jalan, ada beberapa model lain yang bisa dipertimbangkan.
-
Sistem Pre-Order, Fokus Di pesanan harian Melewati WhatsApp.
-
Titip Jual Ke Warung, Cocok Sebagai produk seperti kolak atau dessert box.
-
Booth Ke Bazar Ramadan, Biasanya membutuhkan biaya sewa, tetapi traffic sudah terkonsentrasi.
-
Kemitraan Masjid atau Komunitas, Menyediakan paket berbuka Sebagai jamaah.
Setiap model Memiliki struktur biaya dan potensi berbeda. Pilihan tergantung modal dan jaringan yang dimiliki.
(dag/dag)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: 21 Ide Jualan Takjil Buka Puasa Ramadan 2026, Siap Mulai Besok











