Bos Microsoft Bicara Soal AI Slop: Dibela Habis-habisan

Jakarta

CEO Microsoft Satya Nadella ingin mengakhiri perdebatan soal AI slop versus Kemajuan model kecerdasan buatan. Alih-alih terus terpaku Di Mutu konten yang dihasilkan AI, Nadella Mendorong arah Mutakhir: menjadikan agen AI sebagai alat utama manusia berinteraksi Didalam Keahlian.

Gagasan itu ia sampaikan lewat blog pribadinya yang Mutakhir, sn scratchpad. Didalam menunjuk CEO Mutakhir Untuk mengelola Usaha terbesar Microsoft, Nadella kini punya lebih banyak waktu Untuk memikirkan arah strategis perusahaan dan industri AI secara luas.

Untuk tulisan pertamanya, Nadella menyinggung perlunya Konsep Mutakhir yang melampaui analogi lama Pc sebagai “bicycle for the mind”, istilah yang pernah dipopulerkan Steve Jobs Di era 1990-an. Menurut Nadella, manusia kini hidup berdampingan Didalam alat penguat kognitif Mutakhir berupa AI.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita perlu bergerak melewati perdebatan Ditengah slop dan sophistication, dan membangun Kesejaganan Mutakhir Untuk cara kita memahami pikiran manusia yang kini dibekali alat kognitif Mutakhir,” tulis Nadella, Untuk postingannya, seperti dikutip detikINET Didalam The Verge, Minggu (4/1/2026).

Pernyataan ini sejalan Didalam strategi Microsoft yang mulai menggeser ketergantungan User Didalam software tradisional seperti Windows dan Office Ke agen AI. Perusahaan bertaruh bahwa masa Di produktivitas tidak lagi bertumpu Di Langkah, melainkan Di AI yang bisa bertindak sebagai asisten serba bisa.

Akan Tetapi transisi ini memunculkan ketegangan. Banyak kreator khawatir tersingkir Didalam AI yang mampu meniru gaya seniman, desainer, hingga pembuat Layar Lebar. Jika Pada ini PC menjadi alat Untuk berkarya, kini Microsoft dan perusahaan Keahlian lain Mendorong AI sebagai “alat pencipta” itu sendiri, meski hasilnya sering kali masih Disorot sebagai sampah digital.

Microsoft membayangkan Copilot digunakan lewat suara Untuk membuat konten, mencari informasi, dan membantu berbagai tugas sehari-hari. Masalahnya, visi tersebut belum sepenuhnya terwujud. Banyak fitur Copilot yang dijanjikan belum bekerja konsisten Di dunia nyata.

Meski begitu, Nadella tetap optimistis. Ia menilai kekuatan AI Ke Di bukan ditentukan Didalam model mana yang paling canggih, melainkan bagaimana Keahlian itu diterapkan sebagai sistem yang berdampak nyata.

“Kita Berencana berevolusi Didalam model Ke sistem Untuk penerapan AI,” ujarnya. Sistem tersebut, menurut Nadella, harus Mengkaji dampak sosial, lingkungan, serta penggunaan energi dan sumber daya komputasi.

Nadella menyebut 2026 sebagai tahun krusial Untuk AI. Ia berjanji Berencana terus membagikan catatan pribadinya soal perkembangan Keahlian dan dampaknya Di dunia nyata.

(asj/hps)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Bos Microsoft Bicara Soal AI Slop: Dibela Habis-habisan