Kala Kiamat Buka Harta Karun Greenland, Diintai Trump-Emas Beku Dunia




Jakarta, CNBC Indonesia – Ri Amerika Serikat (AS) Donald Trump Mencari Greenland menjadi Pada Di Daerah AS. Trump berdalih, keinginan tersebut didasari pertimbangan Keselamatan nasional.

“Di ini, Greenland dipenuhi kapal-kapal Rusia dan China Di mana-mana. Kita membutuhkan Greenland Di sudut pandang Keselamatan nasional,” tegas Trump, Minggu (4/1).

Pernyataan ini sontak memanaskan kembali tensi Hubungan Dunia Dunia. Greenland hingga kini masih merupakan Daerah otonom milik Denmark. Wacana pencaplokan tersebut dinilai melanggar kedaulatan Bangsa lain dan memicu kekhawatiran komunitas internasional.

Sejumlah analis menilai, alasan Keselamatan nasional yang dikemukakan Trump hanya permukaan. Di baliknya, tersimpan kepentingan ekonomi jangka panjang yang sangat besar.

Sebab, Greenland Di ini dikenal sebagai surga harta karun terpendam Di Di makin kritisnya ketersediaan sumber daya alam Dunia. Kendati pengambilannya memanfaatkan momentum ‘kiamat’.

Apa Maksudnya?

Meski dijuluki Greenland atau tanah hijau, faktanya Disekitar 80% daratan Greenland tertutup lapisan es. Encyclopedia Britannica mencatat, es Di Daerah tersebut Memperoleh ketebalan rata-rata 1.500 meter dan Di beberapa titik mencapai 3.000 meter.

Situasi geografis ekstrem ini membuat suhu tahunan Greenland sangat dingin dan kerap dilanda cuaca ekstrem. Situasi tersebut membuat Greenland Di ratusan tahun nyaris luput Di perhatian ekonomi dunia, Bersama populasinya kecil, Karya ekonomi terbatas, dan lapisan es tebal menjadi penghalang utama eksploitasi sumber daya alam Di bawahnya.

Akan Tetapi ‘kiamat’ iklim mengubah segalanya. Bagaimana bisa?

‘Kiamat’ yang Membawa Harta Karun

Di bukunya The Ice at the End of the World (2019), John Gertner menyebut mencairnya lapisan es Greenland menciptakan dilema Dunia. Di satu sisi, pelelehan es mempercepat ancaman “kiamat iklim” tapi Di sisi lainnya, hilangnya lapisan es justru membuka tabir kekayaan alam bernilai fantastis yang terkubur Di ribuan tahun.

Mencairnya es menyingkap harta karun energi dan mineral. Greenland kini bukan lagi sekadar Daerah Sebagai diteliti, melainkan tujuan perburuan sumber daya, mengundang banyak pihak datang Sebagai mengeruk potensi ekonomi.

Awalnya, kehadiran Bangsa dan perusahaan Asing dikemas Di narasi Kajian ilmiah. Akan Tetapi seiring waktu, kepentingan ekonomi menjadi Lebihterus terang, terutama Ke sektor Migas dan gas.

Ke 2023, Departemen Geologi Amerika Serikat (USGS) mengungkapkan bahwa Daerah Pantai Barat Greenland menyimpan Disekitar 18 miliar barel Migas yang belum tereksploitasi. Angka yang disebut-sebut melampaui cadangan Di sejumlah kawasan Timur Di.

Greenland sejatinya bukan Daerah tanpa Karya energi. Sebelum 1980-an, Pendalaman Migas sudah dilakukan. Akan Tetapi Ke 2021, pemerintah Greenland Memutuskan langkah tegas Bersama melarang penerbitan izin eksploitasi energi Mutakhir Untuk menahan laju Krisis Lingkungan. Sejumlah izin perusahaan pun direvisi.

Kini, Keputusan tersebut berada Di persimpangan.

34 Jenis Mineral Langka 

Tekanan Dunia akibat kelangkaan sumber daya membuat larangan itu Berpeluang dilonggarkan. Ketertarikan dunia Di Greenland kian besar. Di laporan panjang Reuters, dikutip Jumat (9/1/2026), disebutkan Di bawah lapisan es Greenland tersimpan sedikitnya 34 jenis mineral langka bernilai tinggi.

Di jumlah tersebut, 25 mineral Memperoleh nilai strategis Dunia, mulai Di nikel, tembaga, hingga grafit. Cadangannya mencapai jutaan ton dan menjadi komponen Kunci Pembaruan Ilmu Pengetahuan Energi Ramah Lingkungan, seperti Sepeda Listrik dan turbin angin.

Perburuan harta karun ini juga Menarik Perhatian para elite Dunia. Sebelum 2023, sejumlah konglomerat dunia mulai menanamkan modal besar. 

CNN Internasional melaporkan bahwa tokoh seperti Bill Gates dan Jeff Bezos mendanai Kobold Metals, perusahaan yang aktif mengekstraksi mineral Di Greenland. Seiring meningkatnya urgensi ekonomi, pemerintah Greenland pun mulai kembali membuka pintu Untuk Karya pertambangan Untuk mengerek pendapatan Bangsa.

“Emas Beku” yang Diperebutkan Banyak Bangsa 

Ke akhirnya, mencairnya es bukan hanya mengubah lanskap fisik Greenland, tetapi juga posisinya Di Hubungan Dunia Dunia. Daerah yang dulu dipandang tak bernilai kini menjelma menjadi “emas beku” yang diperebutkan banyak Bangsa.

Di konteks inilah, pernyataan Donald Trump soal keinginan menguasai Greenland menjadi lebih masuk akal. Kendati pemanfaatan itu Berencana muncul Di pencairan es atau ‘kiamat’ iklim tiba.

(mfa/sef)

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Kala Kiamat Buka Harta Karun Greenland, Diintai Trump-Emas Beku Dunia