Nenek Moyang Manusia Ditemukan Ke Afrika, Kandidat Terkuat

Jakarta

Serangkaian fosil manusia berusia 773.000 tahun yang ditemukan Ke Maroko diduga menjadi nenek moyang Homo sapiens. Ditemukan Ke sebuah situs Didekat Casablanca, spesimen prasejarah ini dapat membantu mengisi salah satu celah paling signifikan Untuk silsilah keluarga manusia, Bersama Menyediakan nenek moyang Afrika Ke awal garis keturunan manusia modern.

Untuk data genetik, diketahui bahwa Homo sapiens, Neanderthal, dan Denisovan semuanya berpisah Untuk nenek moyang yang sama Di 765.000 hingga 550.000 tahun yang lalu. Tetapi, para ilmuwan belum dapat menemukannya.

Sebelumnya, kandidat terbaik berasal Untuk gua Gran Dolina Ke Spanyol, yang dihuni Di 800.000 tahun yang lalu Bersama spesies yang Memperoleh perpaduan fitur yang Memikat yang mengingatkan Ke manusia modern, Neanderthal, dan manusia purba seperti Homo erectus. Dikenal sebagai Homo antecessor, hominin purba ini telah diakui Bersama beberapa ahli sebagai nenek moyang bersama Homo sapiens, Neanderthal, dan Denisovan, yang menyiratkan bahwa perpecahan terjadi Ke suatu tempat Ke Eurasia, bukan Ke Afrika.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akansegera tetapi, masalah Bersama teori ini adalah bahwa semua fosil Homo sapiens Untuk Sebelumnya Di 90.000 tahun yang lalu berasal Untuk Afrika, dimulai Bersama manusia modern paling awal yang diketahui Untuk Jebel Irhoud Ke Maroko Di 315.000 tahun yang lalu. Sayangnya, hingga sekarang para arkeolog belum pernah melihat sesuatu seperti Homo antecessor Ke Afrika.

“Afrika cukup kaya Akansegera fosil hominin Sebelumnya satu juta tahun yang lalu, tetapi Di satu juta dan 600.000 tahun yang lalu hampir tidak ada apa pun,” kata Profesor Jean-Jacques Hublin Untuk Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology.

“Itu lebih merupakan ketiadaan bukti daripada bukti ketiadaan, Sebab kita belum menemukan fosil apa pun Ke Afrika, tetapi sekarang tidak ada lagi ketiadaan,” sambungnya kepada IFLScience, Senin (12/1/2026).

Ke situs bernama Grotte à Hominidés Ke Maroko, Hublin dan rekan-rekannya menemukan sepasang tulang rahang parsial, serta banyak gigi dan tulang Dibelakang. Semuanya menggabungkan ciri-ciri kuno yang terlihat Ke Homo erectus Bersama ciri-ciri yang lebih maju yang mengingatkan Ke manusia modern dan Neanderthal. Tetapi, yang penting, hominin ini berbeda secara morfologis Untuk Homo antecessor, Menunjukkan bahwa ia berada Ke puncak garis keturunan manusia yang terpisah Tetapi Yang Berhubungan Bersama.

“Apa yang kita miliki adalah kandidat yang sangat baik Untuk nenek moyang Untuk spesies kita sendiri Ke Afrika,” ungkap Hublin. Yaitu, Lebihterus terlihat bahwa Homo antecessor Bisa Jadi telah melahirkan Neanderthal Ke Eropa Sambil Homo sapiens berasal Untuk hominin Afrika yang Mutakhir ditemukan ini.

“Apa pun yang terjadi Ke keturunan orang-orang ini, mereka memberi kita gambaran tentang apa yang Bisa Jadi menjadi bentuk leluhur spesies kita sendiri lebih Untuk 400.000 tahun Lalu,” ujar Hublin.

Usia fosil-fosil ini juga sangat signifikan, Sebab menempatkan kelompok hominin kuno ini Untuk rentang waktu kronologis yang sama Bersama Homo antecessor. Ke waktu yang sama, ini Menunjukkan bahwa mereka hidup Di waktu garis keturunan kita terpisah Untuk nenek moyang kita bersama Bersama Neanderthal dan Denisovan.

Sambil hominin Maroko Mutakhir ini memperkuat argumen tentang asal usul Afrika Untuk Homo sapiens, Hublin enggan Untuk menyebut fosil tersebut sebagai spesies Mutakhir. Sebagai Alternatif, ia menyarankan bahwa fosil tersebut Bisa Jadi mewakili iterasi akhir Untuk Homo erectus, yang Lagi Untuk perjalanan Untuk berevolusi menjadi sesuatu yang sekarang kita sebut manusia. Studi ini diterbitkan Untuk jurnal Nature.

(ask/fay)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Nenek Moyang Manusia Ditemukan Ke Afrika, Kandidat Terkuat