Diancam Rusia, Pavel Durov: Telegram Takkan Tunduk

Jakarta

Pendiri Telegram kelahiran Rusia, Pavel Durov, Berkata tidak Akansegera tunduk Ke tekanan otoritas Rusia. Ia menulis bahwa aplikasinya menjunjung tinggi kebebasan dan Kerahasiaan, seberat apa pun tekanannya.

Sebelumnya Itu, lembaga pengawas komunikasi Rusia mengatakan bahwa Alat Lunak pesan populer tersebut Akansegera Berusaha Mengatasi pembatasan Di Detail Lantaran gagal memperbaiki Pelanggar. Setelahnya Itu Lembaga Proses Hukum Rusia Memutuskan denda Di Telegram Disekitar USD 142.400 Lantaran menolak menghapus konten yang Disorot ekstremis.

Adapun para Pemakai melaporkan akses yang lambat dan download yang tersendat, seiring langkah Rusia memperketat kendali atas saluran komunikasi utama Untuk publik maupun pribadi Di Bangsa tersebut.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, menyebut Akansegera terus menerapkan pembatasan bertahap Ke Telegram Lantaran tidak mematuhi hukum. “Seperti Sebelumnya Itu, hukum Rusia tidak dipatuhi, data pribadi tidak dilindungi, dan tidak ada langkah efektif melawan Kejahatan Finansial serta penggunaan Alat Lunak pesan ini Untuk tujuan kriminal dan teroris,” sebut mereka.

Durov membela aplikasinya Di mengatakan langkah-langkah tersebut bertujuan Mendorong Pemakai beralih Di alternatif Alat Lunak yang didukung Bangsa, yang dibuat Untuk pengawasan dan penyensoran politik. Ia kemungkinan merujuk Ke Alat Lunak pesan MAX, yang diluncurkan Rusia tahun lalu.

“Membatasi kebebasan warga Bangsa bukanlah jawaban yang tepat. Telegram menjunjung tinggi kebebasan berbicara dan Kerahasiaan, seberat apa pun tekanannya,” ujarnya yang dikutip detikINET Untuk Deutsche Welle.

Rusia Sebelumnya Itu pernah mencoba memblokir Telegram Tetapi gagal membatasi aksesnya dan mencabut larangan tersebut Ke tahun 2020.

Durov, yang juga memegang kewarganegaraan Prancis dan Uni Emirat Arab, Sebelumnya Itu ditangkap Di Prancis Ke tahun 2024 sebagai Dibagian Untuk penyelidikan kejahatan Yang Berhubungan Di pornografi anak, perdagangan Penyalahgunaan Narkotika, dan transaksi Kejahatan Finansial yang berhubungan Di penggunaan Telegram.

Durov membantah bahwa Alat Lunak buatannya secara aktif memfasilitasi kejahatan. Tahun lalu, Prancis juga mencabut pembatasan perjalanan yang dikenakan kepada Durov sebagai Dibagian Untuk penyelidikan.

(fyk/rns)




Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Diancam Rusia, Pavel Durov: Telegram Takkan Tunduk

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/