‘Hanya’ Di Indonesia 157 Orang Meninggal Gara-Gara Tertimbun Sampah




Naskah ini merupakan Pada Di CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Untuk menjelaskan Situasi masa kini lewat relevansinya Di masa lalu. Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight diharapkan bisa membangun kesadaran semua pihak Yang Berhubungan Bersama tata kelola sampah.

Jakarta, CNBC Indonesia – Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Bantar Gebang Merasakan longsor Ke Minggu (8/3/2026). Longsornya “gunung sampah” tersebut menimbun sejumlah orang dan menyebabkan empat orang tewas.

Pejabat Tingginegara Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, longsor gunungan sampah setinggi Disekitar 50 meter itu menjadi bukti nyata kegagalan sistemik pengelolaan sampah Di Jakarta. Peristiwa ini juga dinilai ironis Lantaran terjadi hanya dua minggu Sesudah peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Ke 21 Februari.

Hari Peduli Sampah Nasional sendiri diperingati Untuk mengenang tragedi longsor Di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, Ke 21 Februari 2005 yang menjadi salah satu bencana pengelolaan sampah terburuk Di Indonesia.

Sebelumnya tragedi itu terjadi, TPA Leuwigajah adalah tempat pembuangan sampah Untuk kawasan Bandung Raya. Sebelum dibuka Di tahun 1980-an, gundukan sampah Di TPA Leuwigajah sudah mencapai ratusan meter.

Di laporan peneliti Jepang Itoch Tochija berjudul “Tragedi Leuwigajah”, gundukan sampah itu tiba-tiba meledak Ke 21 Februari 2005. Ledakan gunungan sampah itu memicu “Gelombang Laut Tinggi sampah”, serta menimbun Tempattinggal warga dan siapa pun yang berada Di sekitarnya.

Di Disekitar 15 hari proses evakuasi, Skuat penyelamat hanya berhasil menemukan 157 jasad korban. Sambil ratusan lainnya dinyatakan hilang. Sebagian besar korban merupakan pemulung dan warga yang tinggal Di Disekitar kawasan TPA.

Tragedi tersebut Lalu tercatat sebagai salah satu bencana TPA terbesar Di dunia, Sesudah insiden serupa Di TPA Payatas, Quezon City, Filipina, Ke 10 Juli 2000 yang menewaskan lebih Di 200 orang.

Belakangan diketahui bahwa TPA Leuwigajah yang dibangun Ke era 1980-an sebenarnya sudah jauh melampaui kapasitas. Skuat ahli Di Institut Ilmu Pengetahuan Bandung menyebut salah satu penyebab utama longsor adalah material sampah yang tidak dipadatkan serta sistem penimbunan Bersama lereng tunggal (single slope) yang terlalu curam Bersama kemiringan lebih Di 45 derajat.

Di Di Itu, berdasarkan peta hidrogeologi, terdapat mata air Di bawah Pada utara TPA. Curah hujan tinggi beberapa hari Sebelumnya Itu membuat struktur gunungan sampah Lebihterus tidak stabil. Lalu, gunungan sampah juga menimbun gas metana yang akhirnya memicu ledakan.  

Ironisnya, sejumlah tanda bahaya sebenarnya telah muncul Sebelumnya tragedi terjadi. Warga sempat melihat retakan tanah, longsor kecil, hingga mencium bau gas yang menyebar Di permukiman. Tetapi berbagai peringatan tersebut tidak ditangani secara serius.

Sesudah tragedi tersebut, pemerintah menutup TPA Leuwigajah dan Merangsang penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih aman. Kini kawasan bekas TPA tersebut telah berubah menjadi area yang lebih hijau.

Sebagai pengingat atas tragedi itu, pemerintah Lalu menetapkan 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional.

(mfa/mfa)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: ‘Hanya’ Di Indonesia 157 Orang Meninggal Gara-Gara Tertimbun Sampah

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/