Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak orang punya target rutin Sebagai bisa berkurban setiap tahun. Akan Tetapi realitanya, tidak sedikit yang gagal Sebab dana yang sudah disiapkan tanpa disadari justru habis dipakai kebutuhan lain.
Mulai Bersama cicilan, biaya sekolah anak, nongkrong Ke cafe, sampai belanja kebutuhan Cara Hidup yang membuat tabungan kurban akhirnya “bocor” Sebelumnya Hari Raya Iduladha tiba.
Bersama Sebab Itu, salah satu instrumen keuangan yang bisa digunakan Kelompok Sebagai disiplin keuangan mengumpulkan dana kurban adalah produk asuransi.
Pertanyaannya, memang bisa? Jawabannya: bisa. Tetapi ada syaratnya. Tidak semua produk asuransi cocok dipakai Sebagai tujuan tersebut.
Bukan Cuma Proteksi
Ke dasarnya, fungsi utama asuransi adalah Menyediakan perlindungan Keuangan ketika terjadi risiko, seperti meninggal dunia atau sakit kritis.
Akan Tetapi beberapa produk asuransi Memiliki fitur nilai tunai, tabungan berkala, atau manfaat akhir Perjanjian, yang memungkinkan nasabah memperoleh dana cair Ke periode tertentu, termasuk kebutuhan dana kurban.
Produk seperti ini biasanya berbentuk asuransi dwiguna (endowment), saving plan, atau asuransi syariah Bersama nilai tunai.
Konsep asuransi ini mirip seperti “menabung paksa”. Nasabah menyetor premi rutin, lalu sebagian dana masuk Ke proteksi dan sebagian lagi membentuk akumulasi nilai tunai.
Melewati Konsep ini, nasabah bisa Merasakan dua manfaat sekaligus yaitu proteksi risiko dan dana tunai.
Simulasi Dana Kurban
Misalnya seseorang ingin Memiliki dana Rp35 juta Sebagai membeli sapi kurban kolektif Di lima tahun.
Ia bisa memilih produk asuransi jiwa konvensional atau syariah saving plan Bersama ilustrasi: premi sebesar Rp600.000 per bulan, masa pembayaran Pada 5 tahun, manfaat meninggal dunia sebesar Rp100 juta, dan estimasi nilai tunai akhir tahun Ke-5 Di Rp38 juta.
Artinya, Bersama hanya menyetor dana sebesar Rp36 juta Pada 5 tahun, Anda bisa Merasakan perlindungan asuransi jiwa sebesar Rp100 juta Pada masa polis dan sekaligus Berpotensi Sebagai Merasakan dana tunai sebesar Rp38 juta Ke akhir periode polis.
Jika peserta meninggal dunia Sebelumnya masa Perjanjian selesai, ahli waris tetap berhak Memperoleh manfaat asuransi sesuai Syarat polis.
Di beberapa produk syariah, manfaat ini juga bisa ditambah santunan kecelakaan atau manfaat Kesejajaran tambahan.
Beda Bersama Menabung Biasa
Secara hasil akhir, menabung biasa sebenarnya bisa lebih fleksibel dan lebih murah. Akan Tetapi masalah terbesar banyak orang adalah disiplin. Awalnya niat menyisihkan uang Rp500.000 per bulan. Berencana tetapi Ke Di jalan biasanya uang terpakai Sebagai kebutuhan mendadak, tergoda promo belanja, atau akhirnya berhenti menabung.
Sambil Itu, asuransi membuat dana relatif “terkunci” Sebab ada kewajiban premi rutin. Inilah alasan sebagian orang merasa lebih mudah mencapai target keuangan Melewati skema asuransi saving plan tersebut.
Akan Tetapi demikian, Sebagai target kurban tahunan seperti kambing, skema asuransi ini kurang cocok Sebab minimum periode pertanggungannya adalah 3 tahun. Supaya, instrumen tabungan khusus, deposito syariah, atau reksa dana Mungkin Saja lebih relevan Bersama target kurban tahunan.
Kalaupun mau tetap menggunakan skema asuransi saving plan ini, Anda bisa membagi dana tunai tersebut Bersama alokasi dana kurban kambing per tahun sebesar Rp7,6 juta Pada 5 tahun.
Ke akhirnya, pilihan terbaik adalah bergantung karakter atau profil risiko masing-masing orang. Jika sulit konsisten menabung sendiri, produk asuransi saving plan bisa menjadi alat paksa Sebagai mencapai target keuangan sekaligus memberi perlindungan Untuk keuangan keluarga Anda.
(ach/ach)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Mau Kurban Tapi Susah Nabung? Pakai Asuransi Bisa Lho!











