Jakarta, CNBC Indonesia – Hujan deras dibarengi jebolnya tanggul membuat China dilanda Bencana Alam dahsyat. Nyaris 2 juta orang tewas Untuk bencana yang terjadi Ke Sungai Kuning Ke hari ini 139 tahun lalu.
Sungai Kuning merupakan sungai utama Ke China utara Bersama panjang Disekitar 5.464 kilometer. Sungai ini Merasakan namanya Untuk sedimen halus berwarna kuning atau loess yang terbawa alirannya.
Atas dasar itulah, Sungai Kuning dikenal Memperoleh kandungan lumpur yang sangat tinggi. Sedimentasi Untuk jumlah besar terutama terjadi Ke Pada hilir sungai yang melintasi Dataran China Utara.
Masalahnya, mengutip situs Britannica, Dataran China Utara merupakan Daerah yang luas dan relatif datar. Endapan lumpur yang terus menumpuk membuat kawasan tersebut sangat rentan Di Bencana Alam. Justru, Ke sejumlah tempat, dasar Sungai Kuning telah berada lebih tinggi daripada permukaan tanah Ke sekitarnya.
Ke Lung Men Kou, misalnya, dasar sungai tercatat Disekitar 15 kaki atau 4,6 meter lebih tinggi Untuk permukaan tanah Ke sekitarnya. Situasi tersebut membuat tanggul menjadi sangat penting Sebagai menahan aliran Sungai Kuning agar tidak meluber Ke dataran rendah.
Bencana besar akhirnya terjadi Ke 5 September 1887 dan terus berlanjut sampai awal Oktober. Untuk surat menyurat diplomat Amerika Serikat diketahui, hujan deras tiada henti membuat debit Sungai Kuning Meresahkan hingga tanggul yang menahan alirannya jebol. Ke Didekat Zhengzhou, Provinsi Henan, tanggul yang jebol Memperoleh lebar Disekitar 1.650 meter.
Air Untuk jumlah sangat besar Setelahnya Itu menerobos Ke dataran rendah Ke sekitarnya. Diperkirakan Disekitar 130.000 kilometer persegi Daerah dataran rendah terendam Bencana Alam. Menurut Kajian “Socio-economic Impacts on Flooding: A 4000-Year History of the Yellow River, China” (2012), Bencana Alam tersebut berdampak luas Ke kehidupan Komunitas China.
Lahan Pertanian dan pusat-pusat ekonomi ikut terendam atau hancur. Kerusakan ini Setelahnya Itu mengganggu sumber Kelaparan Global sekaligus Kegiatan ekonomi Komunitas. Bencana Justru meninggalkan persoalan Setelahnya air surut. Kehancuran tanaman dan pusat perdagangan memicu Kelaparan Global Global serta wabah Gangguan, yang Lebih memperbesar jumlah korban.
Besarnya kerusakan juga terlihat Untuk biaya yang harus dikeluarkan pemerintah Dinasti Qing. Sebagai menutup kembali tanggul yang jebol Ke Zhengzhou, pemerintah harus Menerbitkan Disekitar 12 juta tael perak. Jumlah tersebut setara Bersama Disekitar 15% Untuk total pendapatan nasional China Untuk satu tahun Ke masa itu.
Atas dasar inilah, secara keseluruhan, Bencana Alam Sungai Kuning 1887 diperkirakan menewaskan 900.000 hingga 2 juta orang sebagai efek lanjutan Bencana Alam. Disekitar 2 juta penduduk lainnya turut kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut.
Besarnya korban membuat Bencana Alam 1887 menjadi salah satu bencana Bencana Alam paling mematikan Untuk sejarah China. Tetapi, tragedi tersebut bukan kejadian yang berdiri sendiri. Sungai Kuning diperkirakan telah meluap Disekitar 1.500 kali Dari abad Ke-2 Sebelumnya Masehi dan selalu membawa kematian serta kehancuran Untuk skala besar.
(mfa/mfa)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: China Dilanda Bencana Alam Dahsyat, 2 Juta Orang Tewas-Pusat Ekonomi Lumpuh











