loading…
Pertempuran Amerika Serikat atau AS-Israel melawan Iran yang meletus Dari akhir Februari lalu kini menghantam keras perekonomian Irak. Foto/Dok
Perdana Pembantu Pemimpin Negara Irak, Ali al-Zaidi seperti dilansir Al Jazeera mengungkapkan bahwa negaranya kini Berjuang Di ‘tantangan ekonomi luar biasa’ Sesudah kehilangan pendapatan Energi senilai USD60 miliar atau Di Rp1.067 triliun (Di kurs Rp17.793 per USD) akibat lumpuhnya rute pelayaran vital Di Selat Hormuz .
Dampak pemblokiran Selat Hormuz sangat fatal Untuk Baghdad, mengingat sektor Energi menyumbang lebih Untuk 90% Dana belanja federal Irak. Akibat hilangnya 90% rute Perdagangan Keluar Negeri Energi Teluk, pasokan Produk Internasional Produk Impor Di Untuk negeri pun tersendat.
Baca Juga: Gertakan Trump Setop Perdagangan Keluar Negeri Diesel Bikin Uni Eropa Panik, Kiamat Energi Makin Nyata?
Pemilik supermarket Di Baghdad, Alaa-Eddin Sulaibi menyebutkan, proporsi Produk Internasional Produk Impor Di tokonya merosot Untuk 90% menjadi 70% Sebab kelangkaan dan keterlambatan pengiriman. Terjadi Fluktuasi Harga, dimana harga Produk Internasional Produk Impor naik tajam sebesar 25% hingga 30%.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Irak Di Ambang Darurat Ekonomi usai Kehilangan Pendapatan Energi Rp1.067 Triliun











