loading…
Pasar aset kripto Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya jumlah akun konsumen dan Lebih beragamnya pilihan produk aset digital. FOTO/dok.SindoNews
“Kemajuan pasar kripto Indonesia Menunjukkan Lebih luasnya partisipasi Kelompok Di ekosistem aset digital. Seiring Bersama perkembangan tersebut, Lebih penting Untuk User Untuk memahami pilihan yang tersedia, cara kerja setiap produk, serta risiko yang menyertainya Sebelumnya Membahas keputusan,” kata Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn Di keterangannya, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Transaksi Kripto RI Tembus Rp171,12 Triliun, Industri Perkuat Literasi
Ke periode yang sama, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,16 triliun, tumbuh 12,87% secara bulanan Bersama Rp20,52 triliun. Kemajuan tersebut terjadi Ke Di Lebih beragamnya instrumen yang tersedia Untuk Kelompok, mulai Bersama perdagangan aset kripto hingga produk Bersama eksposur Pada aset Dunia.
Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi OJK, menyediakan ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures. Spot memungkinkan User melakukan jual beli aset kripto, Staking Memberi Kemungkinan imbal hasil Bersama aset yang memenuhi Syarat Inisiatif, sedangkan Futures merupakan perdagangan derivatif yang memungkinkan posisi long maupun short.
Platform tersebut juga menyediakan 32 pilihan Tokenized US Stocks sebagai Dibagian Bersama ragam aset digital. Produk tokenisasi tersebut dirancang Memberi eksposur Pada saham Amerika Serikat sesuai struktur dan Syarat masing-masing produk.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pilihan Aset Digital Lebih Beragam











