Jakarta, CNBC Indonesia – PD Comring Sawargi Ke Kampung Bedeng Sawah, Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, sukses mengolah singkong menjadi comring dan beragam Makanan ringan. PD Comring Sawargi memproduksi dan memasarkan beragam Makanan ringan, Ditengah lain comring, keripik pisang, keripik ubi ungu, keripik pangsit kedelai, serta produk lainnya. Produk-produk tersebut dijual Melewati toko dan jaringan reseller.
“Usaha ini berangkat Di banyaknya singkong Ke Lokasi kami yang dapat diolah menjadi Makanan ringan yang lebih bervariasi, salah satunya comring. Ke sisi lain, ada warga Di yang membutuhkan pekerjaan tambahan Di waktu yang tidak terlalu menyita Karya sehari-hari,” ujar Ari Saftari dikutip Selasa (20/10/2026).
Sebagai Membuat PD Comring Sawargi, Ari memanfaatkan KUR BRI sebagai tambahan modal. Pemberian tersebut digunakan Sebagai Memperbaiki kapasitas produksi, memperluas pemasaran, serta menambah jumlah warga setempat yang terlibat Untuk kegiatan usaha.
Di ini, sebanyak 12 warga terlibat Untuk berbagai tahapan produksi. Waktu kerja yang fleksibel memungkinkan mereka memperoleh tambahan penghasilan tanpa mengesampingkan tanggung jawab Ke Tempattinggal.
“Usaha comring ini membantu menambah penghasilan keluarga mereka. Waktu kerjanya juga cukup fleksibel Supaya tidak mengganggu tanggung jawab Ke Tempattinggal. Para pekerja terlibat mulai Di mengupas dan memarut singkong, mengolahnya menjadi comring, hingga mengemas produk Sebagai dijual,” ungkap Ari.
Menjaga ketersediaan bahan baku menjadi salah satu tantangan Untuk Ari, terutama Di musim kemarau. Ketika pasokan Di petani Ke Area Di berkurang dan harga singkong Meresahkan, ia mencari bahan baku Di luar Lokasi agar kegiatan produksi tetap berjalan.
“Alhamdulillah, KUR BRI membantu memenuhi kebutuhan modal Supaya kami dapat Memperbaiki produksi dan memperluas pemasaran. Perkembangan usaha ini juga Menyediakan manfaat ekonomi Untuk keluarga kami dan warga Di,” tambahnya.
Perkembangan usaha PD Comring Sawargi Melewati Pemberian KUR BRI sejalan Di hasil Eksperimen yang dilakukan Dari BRI Research Institute Ke 2025 bertajuk “Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya Pelaku Ekonomi Kecil”. Eksperimen tersebut Menunjukkan bahwa pembiayaan KUR Di BRI Menyediakan dampak positif Pada peningkatan omzet usaha pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Pelaku Ekonomi Kecil) hingga mencapai double digit.
Berdasarkan hasil Eksperimen Pada 2.928 responden penerima pinjaman BRI, ditemukan fakta bahwa mayoritas atau 66,2% debitur Merasakan peningkatan omzet usaha. Bila dirinci, 45,9% responden melaporkan kenaikan omzet Ke kisaran 5%-15%.
Hasil survei ini juga mengindikasikan bahwa Karya usaha pelaku Pelaku Ekonomi Kecil terus Menunjukkan Gaya perbaikan seiring meningkatnya akses Pada pembiayaan produktif.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, Melewati penyaluran KUR, BRI Menunjukkan komitmen Untuk mewujudkan Asta Cita, khususnya Ke pilar Memperbaiki lapangan kerja yang berkualitas serta Mendorong kewirausahaan.
“Melewati KUR, BRI membantu Pelaku Ekonomi Kecil tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing Ke pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu Mendorong Perkembangan ekonomi Ke tingkat akar rumput,” ujar Akhmad.
(dpu/dpu)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Buka Lapangan Kerja Untuk Warga Garut











