BGN Ungkap Laporan Markup Bahan Baku MBG, Minta Jangan Kompromi!


Jakarta

Badan Gizi Nasional (BGN) Memperoleh banyak laporan tentang para mitra sering markup harga bahan baku Sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Inisiatif makan bergizi gratis (MBG)

BGN meminta Kepala SPPG tidak berkompromi Di mitra SPPG yang ketahuan markup

“Ingat! Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, Pengawas Gizi, jangan pernah mau mengikuti kemauan, apalagi malah bekerja sama Di Mitra SPPG yang markup harga bahan baku Ketahanan Pangan Sebagai Inisiatif MBG ini, apalagi Di Mutu bahan Ketahanan Pangan yang jelek,” kata Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S Deyang Untuk keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).


Nanik menyampaikan ini Untuk Pertemuan Koordinasi Di para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi se Daerah Solo Raya. Pertemuan Koordinasi itu dihadiri 933 orang pengelola dapur MBG yang terdiri Di para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi, se-Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Karanganyar.

Untuk kesempatan tersebut, banyak Kepala SPPG melaporkan tentang Mitra yang sering memarkup harga Hingga atas HET, dan memaksa mereka Memperoleh bahan baku berkualitas buruk. Mendengar laporan itu, Nanik langsung memerintahkan Koordinator Daerah Surakarta, Boyolali, Sragen, dan Karanganyar Sebagai mendata semuanya.

“Anda keliling, cek langsung Hingga SPPG-SPPG, Hingga SPPG mana saja yang terjadi markup ini,” kata Nanik.

Nanik menegaskan komitmen tidak berkompromi ini sangat penting Lantaran jika Badan Pengawas Keuangan (BPK) menemukan markup bahan Ketahanan Pangan Di harga Hingga atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Untuk laporan keuangan SPPG, Kepala SPPG harus tanggung jawab.

Nanik juga mengancam para mitra nakal yang memaksa Kepala SPPG Sebagai Memperoleh bahan baku Ketahanan Pangan Di satu dua supplier yang mereka tunjuk, apalagi Di Mutu buruk.

“Kepala SPPG, silakan anda sampaikan kepada Mitra anda, kalau ada Mitra yang ketahuan markup harga Ketahanan Pangan, dan hanya menyediakan satu dua supplier saja, maka Berencana saya suspend!” tambah Nanik.

Nanik mengingatkan pemasok bahan baku Ketahanan Pangan Sebagai dapur SPPG, tidak boleh didominasi Dari satu dua supplier yang diarahkan mitra.

SPPG justru harus memberdayakan kelompok tani, kelompok peternak, kelompok nelayan, koperasi, dan Pelaku Ekonomi Kecil Hingga Di dapur MBG Sebagai menjadi pemasok bahan Ketahanan Pangan. Koperasi yang dimaksud juga bukan koperasi buatan Mitra yang hanya sekadar Sebagai mengakali aturan,.

Nanik juga melarang SPPG menolak pasokan bahan Ketahanan Pangan Di para petani, peternak, maupun nelayan kecil lokal Di tidak semena-mena. SPPG Justru diwajibkan Sebagai membina dan membantu mereka Sebagai membuat Usaha Dagang agar menjadi supplier bahan baku Ketahanan Pangan.

Di banyaknya supplier bahan Ketahanan Pangan yang terlibat, diharapkan Kelompok Hingga Di dapur juga ikut merasakan manfaat Inisiatif MBG, Lantaran roda ekonomi Hingga desa bergerak. “SPPG harus menggunakan minimal 15 suplier bahan baku Ketahanan Pangan Sebagai memenuhi kebutuhan masing-masing,” terangnya.

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: BGN Ungkap Laporan Markup Bahan Baku MBG, Minta Jangan Kompromi!

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/