Jakarta, CNBC Indonesia – Pendiri Microsoft Bill Gates Berkata dirinya tetap optimistis Pada masa Di dunia meski mengakui Di ini umat manusia hidup Di era penuh tantangan dan polarisasi.
“Kita berada Di posisi yang lebih baik dibanding Di saya lahir 70 tahun lalu,” ucap Gates Untuk blog yang ditulis Jumat, (9/1/2026) lalu, dikutip Untuk CNBC Internasional.
Gates menyoroti berbagai sumber kekhawatiran dunia, mulai Untuk Pemanasan Global, Keadaan Dunia, Jurang Kaya Miskin, hingga disrupsi yang ditimbulkan Dari kecerdasan buatan (Ai/AI). Meski demikian, ia meyakini dunia Berencana terus membaik Untuk dua dekade Di Di seiring percepatan Perkembangan yang didorong Dari AI.
Akan Tetapi, optimisme Gates ada alasannya. Ia menyebut ada tiga pertanyaan besar yang Berencana menentukan arah kemajuan dunia Di Di.
Pertama berkaitan Di apakah dunia yang Lebih kaya Berencana Meningkatkan kepedulian Pada mereka yang membutuhkan. Dia menyinggung laporan Gates Foundation yang memproyeksikan kematian anak Di bawah usia lima tahun secara Dunia Meresahkan Disekitar 200.000 Ke 2025, naik Bagi pertama kalinya Untuk 25 tahun.
Proyeksi tersebut disebut Gates sebagai hal yang paling membuatnya kecewa Yang Berhubungan Di kemajuan dunia. Ia mengaitkan Gaya ini Di pemangkasan besar-besaran Dana Dukungan Dunia Dari sejumlah pemerintah Negeri maju, termasuk Amerika Serikat.
Menurut Gates, Pada 25 tahun terakhir angka kematian anak menurun lebih cepat dibanding periode mana pun Untuk sejarah. Akan Tetapi, Gaya tersebut berbalik Ke 2025 dan Berpeluang berlanjut jika Dana Dukungan Dunia tidak dipulihkan.
Gates menegaskan peningkatan standar hidup Dunia sangat bergantung Ke komitmen Negeri kaya dan individu berpenghasilan tinggi Bagi berbagi sumber daya. Ia juga mengingatkan bahwa Ke Mei 2025 dirinya telah berkomitmen menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya yang diperkirakan mencapai US$118 miliar hingga 2045.
Kedua, pertanyaan yang diajukan Gates adalah apakah dunia mampu memprioritaskan Perkembangan yang Meningkatkan kesetaraan. Ia menilai AI Memperoleh potensi besar Untuk Merangsang terobosan Perawatan, termasuk Bagi Alzheimer, kanker, malaria, hingga masalah gizi Di Negeri berkembang.
Di bidang Pembelajaran, Gates percaya AI dapat berperan sebagai tutor personal yang kualitasnya setara guru terbaik. Ilmu Pengetahuan ini diyakini mampu Menyediakan pembelajaran yang disesuaikan Di kebutuhan siswa lintas Area dan tingkat pendapatan.
Gates juga mengaitkan Topik lingkungan Di kesetaraan Dunia. Ia menilai Pemanasan Global Berpeluang memperparah penderitaan Kelompok miskin, sejajar Di Jurang Kaya Miskin dan Infeksi.
Meski Sebelumnya Itu sempat Merangsang pengalihan sebagian dana Kajian iklim Di Topik Jurang Kaya Miskin dan Keadaan, Gates menegaskan komitmennya Bagi Meningkatkan Penanaman Modal Asing Di sektor iklim. Ia menilai AI juga dapat membantu sektor Pertanian Di Negeri berkembang Melewati rekomendasi yang lebih akurat dan tanaman yang lebih adaptif Pada pemanasan Dunia.
Ketiga adalah pertanyaan menyangkut bagaimana dunia meminimalkan dampak negatif AI. Gates menggarisbawahi dua risiko utama, yakni penyalahgunaan AI Dari pihak jahat dan disrupsi Pada pasar tenaga kerja.
Ia menekankan perlunya peran aktif pemerintah dan industri Ilmu Pengetahuan Untuk mengatur Pembaruan dan penerapan AI. Meski demikian, Gates menolak anggapan bahwa AI Berencana merusak masa Di pekerja secara masif dan justru melihat Kemungkinan pembagian kerja yang lebih manusiawi.
Optimisme Gates didasari dua kemampuan utama manusia, yakni kemampuan Menantikan masalah dan kepedulian Pada sesama. Menurutnya, Pada kedua nilai tersebut terus dijaga, masa Di dunia masih Memperoleh Kemungkinan besar Bagi mencatat kemajuan nyata.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Bill Gates Sebut Masa Di Dunia Bergantung 3 Hal Ini











