Jakarta –
Para peneliti Di Membuat Ilmu Pengetahuan yang memungkinkan menghasilkan listrik Di tetesan hujan yang jatuh. Perkembangan ini membuka kemungkinan sumber energi Mutakhir yang ramah lingkungan, memanfaatkan salah satu Kejadian Luar Biasa alam sehari-hari yang Di ini belum pernah Disorot sebagai sumber energi yang dapat dipanen.
Studi yang dipimpin Di Skuat ilmuwan Hingga University of Connecticut ini Memusatkan Perhatian Di cara Menahan energi kinetik tetesan air hujan Pada mengenai permukaan bahan tertentu yang bisa mengubah gerak menjadi listrik.
Ilmu Pengetahuan tersebut menggunakan bahan yang mampu memanfaatkan efek triboelektrik, yaitu Kejadian Luar Biasa ketika gaya gesek menghasilkan muatan listrik. Pada tetesan air jatuh dan bersentuhan Di permukaan ini, muatan listrik diproduksi secara spontan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Prof. Chun-Long Chen, salah satu peneliti utama Di Department of Materials Science & Engineering, University of Connecticut, temuan ini Menunjukkan potensi besar Di sumber energi yang belum pernah dipakai Sebelumnya Itu.
“Kami percaya bahwa kita dapat memanen energi Di hujan itu sendiri menggunakan permukaan yang dioptimalkan Untuk menghasilkan listrik Pada tetesan air jatuh. Ini membuka Kemungkinan besar Untuk sumber listrik yang benar-benar bersih, terutama Hingga Daerah tropis yang sering turun hujan,” ujar Prof. Chen seperti dikutip Di Euro News.
Di eksperimen awal, Skuat peneliti memodifikasi permukaan bahan Agar Memperoleh daya triboelektrik yang tinggi. Alhasil, ketika tetesan air jatuh Di permukaan tersebut, terjadi pemisahan muatan yang signifikan dan perbedaan potensial listrik Di permukaan dan udara. Energi ini Lalu dapat diarahkan Lewat sirkuit kecil Agar menghasilkan listrik nyata yang bisa disimpan atau langsung digunakan Untuk kebutuhan Alat kecil.
Salah satu tantangan Ilmu Pengetahuan ini adalah efisiensi konversi energi yang masih rendah Di tahap awal Pembuatan. Tetesan hujan Memperoleh energi kinetik yang relatif kecil dibandingkan Di sumber energi lain seperti angin atau air terjun.
Akan Tetapi, para ilmuwan yakin bahwa Di optimasi bentuk permukaan dan bahan yang digunakan, efisiensi dapat ditingkatkan Agar lebih layak Digunakan Hingga dunia nyata, misalnya Untuk memasok energi Pendeteksi yang dipasang Hingga luar ruangan atau Alat IoT.
Hingga Di Itu, Ilmu Pengetahuan ini juga Menyaksikan perhatian Lantaran tidak memerlukan turbin, magnet besar, atau sumber bahan bakar fosil. Cukup Di permukaan yang benar dan air hujan yang jatuh, energi dapat dihasilkan tanpa Mengeluarkan emisi karbon. Ini sejalan Di upaya Internasional Untuk mencari alternatif ramah lingkungan Di pembangkit listrik berbasis fosil.
Para peneliti berharap Hingga masa mendatang, Ilmu Pengetahuan ini bisa berkembang hingga menjadi Pada Di arsitektur bangunan pintar, diterapkan Di atap atau fasad gedung yang dibuat Di struktur yang bisa menghasilkan listrik Pada hujan turun. Prototipe awal telah Menunjukkan bahwa hujan deras yang berlangsung beberapa jam saja Berpeluang menghasilkan energi cukup Untuk Alat tertentu.
(rns/rns)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Canggih! Ilmu Pengetahuan Mutakhir Bisa Ubah Hujan Di Sebab Itu Sumber Listrik











