Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan perkembangan terkini Yang Berhubungan Didalam Didalam Morgan Stanley Capital International (MSCI) Yang Berhubungan Didalam penguatan transparansi Hingga Bursa Efek Indonesia.
Pejabat Sambil Itu (Pjs.) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa OJK telah menerbitkan surat keputusan yang ditujukan kepada regulator Bursa Efek sebagai langkah konkret menindaklanjuti pembahasan tersebut.
Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan bahwa beleid tersebut Berencana menginstruksikan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sebagai mengimplementasikan penguatan data kepemilikan saham secara lebih granular. Fokus utama Aturan ini adalah penyajian informasi kepemilikan saham Hingga atas 1%.
“Kami juga sudah Mengintroduksi surat keputusan Didalam OJK yang Berencana memberitahkan kepada KSEI dan juga Bursa Efek Indonesia Sebagai mengimplementasikan penguatan data kepemilikan saham yang lebih granular dan juga atas kepemilikan Hingga atas 1%,” ujarnya Di konferensi pers Hingga gedung BEI Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Lewat Aturan tersebut, data kepemilikan saham nantinya Berencana lebih terbuka dan dapat diakses publik. Informasi tersebut Berencana disampaikan Lewat keterbukaan informasi BEI Agar investor maupun pelaku pasar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai struktur kepemilikan emiten.
Transparansi data kepemilikan saham yang lebih detail juga sejalan Didalam standar yang diharapkan Dari MSCI Di penilaian klasifikasi pasar.
“Tentunya ini sebagai bentuk komitmen kita Di Memperbaiki transparansi Hingga Bursa Efek Indonesia,” tutupnya.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Data Kepemilikan Saham Hingga Atas 1% Berencana Diungkap Hingga Publik











