Jakarta, CNBC Indonesia- Perkembangan Usaha multifnance Di semester II-2026 disebut Wakil Direktur Utama Adira Finance, Niko Kurniawan Akansegera lebih menantang disbanding awal tahun imbas berlanjutnya ketegangan Dunia, pelemahan Kurs Mata Uang, kenaikan suku bunga tinggi serta pelemahan daya beli Kelompok.
Adira Finance mencatat adanya tekanan Di segmen pembiayaan Kendaraan Pribadi dan Kendaraan Bermotor Roda Dua bekas begitupula Di segmen Kendaraan Pribadi Mutakhir juga berubah Hingga Kendaraan Pribadi buatan Jepang yang dinilai lebih murah.
Di Ditengah tekanan Usaha 2026, Adira Finance terus Mendorong pembiayaan kendaraan baik Mutakhir dan bekas Di Standar baik serta melirik pembiayaan non-Kendaraan Pribadi. Seperti apa strategi penyaluran pembiayaan dan pendanaan multifinance Di era suku bunga tinggi?
Selengkapnya simak dialog Andi Shalini Di Wakil Direktur Utama Adira Finance, Niko Kurniawan Untuk Power Lunch, CNBC (Kamis, 01/10/2026)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Daya Beli Lesu & Suku Bunga Tinggi, Bos Leasing Ungkap Efeknya











