Ini Mesin Penggerak Ekonomi Tertua Di Dunia, Terbukti Buat Negeri Kaya




Naskah ini merupakan Dibagian Di CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Sebagai menjelaskan Situasi masa kini lewat relevansinya Di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Tidak banyak orang tahu, salah satu mesin penggerak ekonomi tertua dan paling bertahan lama Di sejarah manusia adalah perbudakan. Ini dibuktikan Bersama kesuksesan sistem perbudakan yang telah menjadi Dibagian penting Di kehidupan ekonomi salah satu kekaisaran terbesar dan tertua Di sejarah, yakni Kekaisaran Romawi.

Sejarawan Emma Southon Di tulisannya Di National Geographic Menginformasikan, perbudakan bukan sekadar Dibagian kecil Di perekonomian kekaisaran yang berdiri Dari 27 SM itu. Tenaga orang-orang yang diperbudak justru menopang hampir seluruh kehidupan Komunitas. Mulai Di pekerjaan Tempattinggal tangga, Pertanian, pertambangan, pembangunan hingga birokrasi kekaisaran.

“Itu bukan sekadar Dibagian Di ekonomi Romawi; itu adalah ekonomi Romawi,” tulis Southon.

Praktik tersebut berkembang seiring ekspansi Roma. Setiap penaklukan Daerah Terbaru berarti bertambahnya manusia yang dapat dijadikan budak. Penduduk Di kota-kota yang ditaklukkan dikumpulkan dan dijual kepada pedagang yang mengikuti pasukan Romawi.

Di penaklukan kota Gaul, misalnya, Julius Caesar Justru mengklaim telah memperbudak Di satu juta orang. Ke masa tertentu, diperkirakan Di 30% penduduk Kekaisaran Romawi merupakan orang yang diperbudak.

Tenaga mereka Lalu digunakan Sebagai membangun dan mempertahankan kemegahan Roma. Jutaan batu bata dan ubin diproduksi secara manual. Marmer ditambang Di berbagai Daerah dan diangkut melintasi Laut Mediterania Sebagai membangun kuil, forum, amfiteater hingga bangunan elite.

Pekerjaan yang lebih tidak terlihat juga dilakukan Dari budak. Di 700 orang yang diperbudak bertugas merawat saluran air dan air mancur Roma. Ada pula yang bekerja sebagai petugas kuil, penyalin dokumen, pegawai birokrasi, pekerja tambang hingga pelayan Tempattinggal tangga.

Justru kehidupan Tempattinggal tangga tidak terlepas Di sistem tersebut. Tempattinggal-Tempattinggal elite Romawi dapat Memperoleh ratusan orang yang diperbudak Sebagai mengurus berbagai kebutuhan pemiliknya. Di luar kalangan elite, keluarga biasa pun dapat Memperoleh satu atau dua orang yang diperbudak Sebagai membantu pekerjaan sehari-hari.

Akan Tetapi, kehidupan mereka dibayangi Kekejaman. Tabib Galen mencatat pernah melihat orang-orang yang diperbudak diserang Bersama pena dan pedang hingga Merasakan patah tulang dan kerusakan mata. Ke 319 Masehi, Kaisar Konstantinus Justru Menerbitkan aturan yang melarang pemilik membunuh budaknya.

Southon menggambarkan, menjadi budak berarti kehilangan identitas sekaligus Berusaha Mengatasi kemungkinan Kekejaman Di pemiliknya. Ke akhirnya, hanya sebagian kecil yang berhasil memperoleh kebebasan. Justru, Di pemakaman kekaisaran Kartago yang berisi Di 1.300 orang, dua pertiganya meninggal ketika masih berstatus budak.

Di Indonesia, sistem perbudakan pernah digunakan Di beberapa masa. Akan Tetapi, sama seperti Di belahan dunia lain, perbudakan sudah dilarang. 

(haa)

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Ini Mesin Penggerak Ekonomi Tertua Di Dunia, Terbukti Buat Negeri Kaya

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr