Jakarta, CNBC Indonesia – Hari ini umat Kristiani memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus. Tak banyak yang tahu ternyata ada kisah mukjizat Yesus yang jejaknya kini ditemukan Ke Indonesia. Mukjizat itu berkaitan Di ikan tilapia, yang diyakini sebagai ikan pembawa uang dirham Untuk kisah terkenal Ke Danau Galilea.
Sebagai wawasan, mukjizat itu Yang Terkait Di cerita Petrus yang hidup ribuan tahun lalu Ke Disekitar Danau Galilea. Dia merupakan murid Yesus yang sehari-hari mencari nafkah Di Menyita ikan Ke danau.
Petrus Setelahnya Itu pergi Hingga Danau Galilea dan Menyita seekor ikan. Ketika mulut ikan itu dibuka, terdapat uang dirham yang cukup Untuk membayar Retribusi Negara dirinya dan Yesus. Kisah ini Setelahnya Itu dikenal sebagai salah satu mukjizat Yesus Untuk Kearifan Lokal Kristen.
Berabad-abad Setelahnya Itu, sejumlah peneliti mencoba menelusuri jenis ikan yang dimaksud Untuk cerita tersebut dan mengapa bisa ada benda Asing Ke mulut ikan. Penulis Grant Jeffrey Untuk Bacaan The Handwriting of God (1997) menyebut ikan itu kemungkinan adalah tilapia yang dikenal sebagai Saint Peter Fish atau Ikan Santo Petrus.
Semasa hidup, tilapia memang merupakan ikan endemik Danau Galilea atau Danau Tiberias. Untuk Bacaan The Biology and Culture of Tilapias (1982) dijelaskan, ikan ini Memperoleh kebiasaan mouthbrooding, yakni menyimpan telur Ke Untuk mulut Untuk melindungi anak-anaknya Untuk predator.
“Biasanya, induk betina Akansegera memungut telur-telurnya Hingga Untuk mulut Setelahnya dibuahi hingga menetas,” tulis Bacaan tersebut.
Di tidak memasuki masa reproduksi, tilapia juga kerap memasukkan benda Asing Hingga Untuk mulutnya. Kebiasaan inilah yang Disorot cocok Di kisah ikan pembawa dirham Untuk Injil.
Menariknya, ikan tilapia kini sangat akrab Ke Indonesia. Salah satu jenisnya dikenal sebagai ikan mujair Di nama Latin Tilapia mossambica (Oreochromis mossambicus Peters). Ikan ini pertama kali populer Ke Indonesia Setelahnya ditemukan Dari pria asal Blitar bernama Moedjair Ke 1936 Ke perairan selatan Jawa.
Kala itu, Moedjair membawa beberapa ikan laut Hingga kolam air tawar Ke rumahnya. Salah satu ikan ternyata mampu bertahan hidup dan berkembang biak sangat cepat. Penemuan tersebut Memikat perhatian pejabat Belanda bernama Schuster yang Setelahnya Itu mengidentifikasi ikan itu sebagai tilapia.
“Ternyata itu Tilapia mossambica,” kata Schuster Setelahnya melakukan Studi Di Detail, dikutip Untuk Studies on Tilapia Mossambica Peters (ikan Mudjair) in Indonesia (1952).
Dari Di itu, Kelompok mulai membudidayakan mujair secara luas. Menurut majalah Landbouwkundig Tijdschrift (Desember 1948), ikan mujair banyak dibudidayakan Ke tambak-tambak Dari penduduk lokal, Agar makin tersebar luas. Posisinya perlahan mulai menggantikan bandeng, udang, dan beragam hewan air lain, terlebih Untuk situasi sulit.
Selain mujair, Indonesia juga mengenal ikan nila yang masih satu keluarga Di tilapia. Keduanya menjadi Barang Dagangan penting sektor perikanan nasional.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2023, Indonesia menjadi eksportir tilapia terbesar kedua Ke dunia Di volume mencapai 1,42 juta ton atau Disekitar 20,11% pasar Internasional, hanya kalah Untuk China.
(mfa/mfa)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Jejak Mukjizat Yesus Akhirnya Ditemukan, Ternyata Ke Laut RI











