Jakarta, CNBC Indonesia- Konflik Bersenjata Timur Ditengah yang melibatkan Iran Didalam Amerika Serikat dan Israel telah menimbulkan kepanikan Di pasar keuangan imbas kekhawatiran Di dampaknya Di lonjakan harga Migas dunia, gangguan Pengiriman dunia, lonjakan Kenaikan Penurunan Nilai Mata Uang Dan Jasa hingga perlambatan ekonomi Internasional.
Koreksi yang terjadi Di pasar keuangan khususnya IHSG, pasar obligasi dan Idr disebut CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra tidak lepas Di tekanan sejumlah Topik mulai Di Konflik Bersenjata Iran-AS hingga Topik Di negeri Yang Berhubungan Didalam penilaian lembaga rating Internasional MSCI hingga Fitch Ratings Di ekonomi dan bursa saham RI.
Hal ini tercermin Di IHSG yang terus Menyaksikan koreksi , yield SBN melonjak Di 6,4% menjadi 6,7% hingga Idr yang hampir menyentuh level Rp 17.000 per Usd AS.
Seperti apa pelaku pasar melihat perkembangan situasi pasar keuangan RI hadapi volatilitas Konflik Bersenjata AS Vs Iran dan apa dampaknya Di Indonesia? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma Didalam CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra Di Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 10/03/2026)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Jika Harga Migas Meroket Di USD 120/barel, Ini Efeknya Di RI











