Kapal Konflik Bersenjata AS Diserang Iran, Balasan Militer Skala Besar Diluncurkan




Naskah ini merupakan Dibagian Di CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Sebagai menjelaskan Situasi masa kini lewat relevansinya Ke masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan Antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memasuki fase berbahaya. Militer AS dilaporkan berada Di status kesiapan penuh Sebagai melancarkan operasi militer, Didalam opsi serangan paling cepat bisa terjadi Ke akhir pekan ini atau paling lama 15 hari.

Salah satu simbol kesiapan itu adalah pengerahan kapal induk tercanggih AS, USS Gerald Ford, yang dijadwalkan memasuki kawasan konflik Ke waktu yang sama.

Sebagai respons, Iran juga Memperbaiki status siaga. Teheran disebut telah memperkuat sistem Lini Pertahanan Ke Disekitar fasilitas nuklir strategisnya.

Jika konflik benar-benar meletus, ini bukan kali pertama kedua Negeri terlibat konfrontasi bersenjata langsung. Sejarah mencatat, AS dan Iran pernah terlibat Arena terbuka Di konflik laut besar yang dikenal sebagai Operation Praying Mantis.

Konflik itu bermula Ke 14 April 1988. Mengutip situs Naval History, Di itu, sebuah kapal Konflik Bersenjata AS jenis fregat menabrak ranjau laut yang dipasang Iran Ke perairan Didekat Qatar. Ledakan keras melukai banyak awak kapal, memicu kebakaran besar, merusak ruang mesin, dan nyaris membuat kapal tersebut tenggelam.

Insiden ini langsung memicu kemarahan Ke Washington. Kepala Negara AS Di itu, Ronald Reagan, merespons Didalam perintah tegas, yakni serangan balasan militer. Empat hari Sesudah Itu, Ke 18 April 1988, AS Mengeluarkan operasi tempur skala besar Pada target-target Iran sebagai bentuk pembalasan.

Serangan ini hanya menyasar anjungan Migas lepas pantai yang digunakan Iran dan satu kapal fregatnya bernama Sabalan. Akan Tetapi, AS tetap mengerahkan kekuatan tempur besar, seperti kapal induk USS Enterprise, jet tempur, hingga helikopter Konflik Bersenjata. Skala pengerahan kekuatan ini Justru dicatat sebagai operasi tempur laut terbesar AS Sebelum Konflik Bersenjata Dunia II.

“Angkatan Laut AS memulai Aksi Massa Konflik Bersenjata permukaan terbesarnya Sebelum Konflik Bersenjata Dunia II,” ungkap Literatur U.S Marines in the Gulf War, 1990-1991: Liberating Kuwait (2014).

Serangan dimulai Di laut menyasar anjungan Migas Iran. Hasilnya, anjungan tersebut terbakar. Ke sisi berseberangan, Teheran turut melakukan serangan balasan Didalam mengirim pesawat tempur dan kapal Konflik Bersenjata Sebagai menyerang angkatan laut AS serta kapal tanker berbendera Paman Sam. Akan Tetapi, serangan balasan Iran tak bisa melumpuhkan angkatan laut AS.

Sampai akhirnya, puncak Arena terjadi ketika kapal Konflik Bersenjata Iran yang menjadi target utama Iran, Sabalan, muncul Ke medan Arena. Ke titik ini, AS melakukan serangan skala besar lewat peluncuran rudal konvensional dan rudal berpemandu laser Ke arah Sabalan. Sebab, kapal Konflik Bersenjata Iran itu pun rusak parah dan terbakar hebat. 

Ketika ini terjadi, Kepala Negara AS langsung meminta penghentian operasi. Seluruh pasukan pun ditarik Sebab dinilai sudah cukup Sebagai pembalasan, yakni Didalam menghancurkan kapal Konflik Bersenjata musuh. Sedangkan, Iran Merasakan Penurunan dan kerugian besar, serta pelemahan secara Politik Global. 

Sebelum Di itu, hubungan AS dan Iran terus berada Di bayang-bayang konflik. Kini, konflik tersebut Lebihterus nyata Sesudah tensi politik kedua Negeri Lebihterus Meresahkan Di beberapa hari terakhir. 

(mfa/luc)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Kapal Konflik Bersenjata AS Diserang Iran, Balasan Militer Skala Besar Diluncurkan

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/