Kelas Cuan Ungkap Strategi Penanaman Modal Asing Hingga Era Backdoor Listing




Jakarta, CNBC Indonesia – Tahun ini dinilai sebagai era backdoor listing Untuk dunia pasar saham. Hal ini disampaikan Equity Analyst CNBC Indonesia Susi Setiawati Untuk Kelas Cuan yang mengusung tema “Market Outlook 2026: Stock Pick Bagger 2026”.

Era ini disebut terjadi Sebab pasar saham diliputi ketidakpastian. Adapun backdoor listing merupakan mekanisme ketika perusahaan yang belum terdaftar Hingga bursa (non-listed) masuk Hingga Bursa Efek Didalam mengakuisisi perusahaan publik yang sudah terdaftar.

Didalam cara ini, perusahaan tersebut tidak perlu melewati proses penawaran umum perdana (IPO) yang biasanya panjang, mahal, dan kompleks. Strategi ini juga dikenal Didalam istilah reverse takeover (RTO) atau reverse merger Sebab perusahaan yang sebenarnya lebih kecil justru diambil alih Dari entitas yang lebih besar dan belum go public.

Menurut Susi Pada ini Negeri China Di berinvestasi besar-besaran Hingga Indonesia. Mereka melakukan akuisisi dibandingkan Didalam mendirikan perusahaan Terbaru.

“Ada beberapa emiten yang dicaplok china. Dia ingin punya perusahaan yang sudah Tbk Sebab cari dana lebih gampang Didalam publik. Kalau perusahaan tertutup kan pakai strategi investor. Kalau sudah Tbk, cari modal gampang. Makanya sekarang perusahaan China lagi gencar, mereka mengincar perusahaan,” kata dia, Jumat (30/1/2026).

Asal tahu saja, terdapat tiga emiten Didalam story backdoor listing yang sebentar lagi menyelesaikan proses tender offer. Mereka adalah PT Futura Energi Dunia Tbk (FUTR), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), dan PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA).

Untuk hal backdoor listing, tender offer diperlukan sebagai Pada Didalam proses Sebagai melindungi kepentingan pemegang saham publik. Ketika terjadi perubahan pengendali Melewati Aksi Keluhan Masyarakat akuisisi atau pengambilalihan, regulasi mewajibkan pihak pengendali Terbaru melakukan tender offer kepada pemegang saham publik sebagai bentuk exit option yang adil.

Lewat tender offer ini, investor publik diberi kesempatan Sebagai menjual sahamnya Ke harga yang wajar Sebelumnya arah Usaha, struktur kepemilikan, hingga profil risiko emiten berubah signifikan.

Hingga Di Itu, mekanisme ini juga menjadi alat pengawasan agar backdoor listing tidak digunakan semata-mata Sebagai menghindari proses IPO reguler yang lebih ketat, baik Didalam sisi keterbukaan informasi maupun tata kelola.

Untuk webinar ini, Susi juga memaparkan langkah-langkah Untuk mencari saham Didalam backdoor listing. Termasuk Didalam Didalam mempertimbangkannya Didalam sisi aset.

“Kalau saya biasanya pilih total aset kurang Didalam Rp 100 miliar atau bisa Rp 100-Rp 400 miliar Sebab kalau perusahaan yang bagus mau dibeli atau akuisisi emiten, pasti pilih asetnya yang rendah Sebab biayanya rendah,” terang dia.

Dia juga memaparkan berbagai pertimbangan Untuk mencari saham backdoor listing. Susi menjelaskan pertimbangan-pertimbangan tersebut kepada para peserta Kelas Cuan.

Kelas Cuan digelar Dari CNBC Indonesia sebagai sarana edukatif Sebagai membantu investor dan Komunitas umum memahami literasi Perbankan secara lebih komprehensif. Untuk Kelas Cuan kali ini, peserta belajar bagaimana memanfaatkan Gaya pasar Sebagai Merasakan cuan serta analisa saham-saham pilihan Didalam potensi Perkembangan berbasis fundamental, sentimen, dan momentum.

Tak hanya itu, peserta bisa Merasakan full recording webinar yang Akansegera Disalurkan Melewati e-mail berupa link Gdrive dan e-Certificate berisi nama peserta yang Akansegera Disalurkan Melewati email terdaftar. Dari Sebab Itu, para peserta bisa mempelajari kembali Pembelajaran yang disampaikan Didalam profesional.

(rah/rah)

[Gambas:Video CNBC]

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Kelas Cuan Ungkap Strategi Penanaman Modal Asing Hingga Era Backdoor Listing

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/