Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Uang sering Dikatakan sebagai Kunci Sebagai mencapai hampir semua hal Untuk hidup. Mulai Di rasa aman, kenyamanan, hingga Kejiwaan, banyak orang percaya bahwa Memperoleh lebih banyak uang Berencana membuat hidup menjadi lebih baik. Cara pandang ini dikenal sebagai Money Worship.
Apa Itu Money Worship?
Trend Populer Money Worship adalah pola pikir yang menggambarkan hubungan emosional seseorang Di uang. Untuk pola ini, kekayaan sering Dikatakan sebagai sumber utama Kejiwaan, rasa aman, Malahan harga diri.
Psikolog keuangan Brad Klontz, peneliti Ke bidang financial psychology dan anggota CNBC Financial Advisor Council, menjelaskan bahwa perilaku Keuangan manusia sering dipengaruhi Dari keyakinan yang terbentuk Sebelum kecil.
Menurutnya, terdapat empat pola utama Untuk cara seseorang memandang uang, yaitu money avoidance, money worship, money status, dan money vigilance. Keempat pola ini dikenal sebagai money scripts, yaitu keyakinan bawah sadar yang memengaruhi cara seseorang Membahas keputusan Keuangan.
Dampak Pola Pikir Money Worship Di Keuangan Pribadi
Untuk kategori money worship, seseorang percaya bahwa Lebih banyak uang yang dimiliki, Lebih besar pula Potensi Sebagai meraih Kejiwaan. Pola pikir tersebut dapat memicu berbagai masalah Keuangan maupun psikologis.
Untuk laporan CNBC Make It, Klontz menjelaskan bahwa orang Di pola pikir ini sering melihat kekayaan sebagai solusi Sebagai hampir semua masalah hidup.
“Para pemuja uang percaya bahwa kekayaan adalah Kunci Sebagai menyelesaikan semua masalah mereka dan menemukan Kejiwaan,” ujarnya.
Salah satu dampak yang paling umum adalah meningkatnya perilaku konsumtif. Orang yang Memperoleh pola pikir money worship sering menganggap membeli Produk atau Meningkatkan Cara Hidup sebagai cara Sebagai memperoleh Kejiwaan.
Padahal, menurut Klontz, kepuasan yang diperoleh Di konsumsi biasanya hanya bersifat Sambil.
Untuk banyak Perkara Pidana Hukum, pola pikir ini justru Merangsang perilaku belanja berlebihan yang berujung Ke masalah Keuangan.
Eksperimen yang dilakukan Dari Brad Klontz dan Sonya Britt juga menemukan bahwa pola money worship sering dikaitkan Di tingkat utang kartu kredit yang lebih tinggi serta kekayaan bersih yang lebih rendah dibandingkan individu Di pola keuangan yang lebih sehat.
Di Itu, hubungan emosional yang tidak sehat Di uang juga dapat memicu Tekanan Keuangan.
Dr. Alex Melkumian, terapis keluarga sekaligus pendiri Financial Psychology Center, menjelaskan bahwa banyak orang tidak Memahami bahwa keputusan Keuangan mereka sebenarnya dipengaruhi Dari emosi.
“Jika kita tidak Memahami apa masalahnya, kita tidak bisa mengubahnya,” kata Melkumian Untuk laporan CNBC Select tentang psikologi keuangan, Senin (09/03/2026)
Kebugaran ini membuat banyak orang terjebak Untuk siklus konsumsi yang berulang. Mereka membeli sesuatu Sebagai merasa lebih Senang, tetapi Sesudah efek emosionalnya hilang, rasa tidak puas kembali muncul.
Contoh Trend Populer Money Worship Ke Kehidupan Sehari-hari
Trend Populer Money Worship sebenarnya bisa dilihat Di mudah Untuk kehidupan sehari-hari.
Misalnya Ke pekerja muda Ke kota besar yang mengejar gaji tinggi Di bekerja lembur hampir setiap hari. Tujuannya adalah Meningkatkan pendapatan agar dapat membeli Tempattinggal, Kendaraan Pribadi, atau Cara Hidup tertentu.
Tetapi sering kali peningkatan pendapatan tidak diikuti Di peningkatan tabungan. Sebagai Alternatif, pengeluaran juga Meresahkan Lantaran Cara Hidup ikut berubah.
Situasi ini dikenal sebagai lifestyle inflation, yaitu Kebugaran ketika pengeluaran Meresahkan seiring kenaikan pendapatan Agar Kebugaran Keuangan tidak benar-benar membaik.
Cara Membangun Hubungan yang Lebih Sehat Di Uang
Solusi Di Trend Populer Money Worship bukan berarti mengabaikan pentingnya uang, tetapi membangun hubungan yang lebih sehat Di Keuangan.
1. Mengenali Keyakinan Tentang Uang
Langkah pertama adalah memahami keyakinan pribadi tentang uang. Di mengenali pola pikir tersebut, seseorang dapat Menimbang apakah keyakinan itu membantu atau justru merugikan Kebugaran finansialnya.
2. Menetapkan Tujuan Hidup yang Lebih Luas
Uang memang penting, tetapi bukan satu-satunya sumber Kejiwaan. Hubungan sosial, Kesejajaran, dan kepuasan hidup juga Memperoleh peran besar Untuk menentukan Standar hidup seseorang.
3. Meningkatkan Literasi Keuangan
Memahami cara mengelola uang, menabung, dan berinvestasi dapat membantu seseorang mencapai stabilitas Keuangan tanpa terjebak Untuk obsesi Pada kekayaan.
(dag/dag)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Ketika Uang Dari Sebab Itu Ukuran Kesuksesan Hidup











