Jakarta –
Ri Prabowo Subianto Berpartisipasi Di Peristiwa Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan Di Wisma Danantara. Peristiwa ini menjadi forum strategis Sebagai menjelaskan dan menyelaraskan visi serta langkah bersama Di Merangsang perekonomian nasional.
Digelar Ke Jumat (13/2), Peristiwa tersebut dihadiri Dari para Pejabat Tingginegara dan Ketua Lembaga, para Duta Besar Foreign Di Jakarta, asosiasi usaha, lembaga Studi, perbankan, sekuritas, BUMN, lembaga rating, lembaga internasional, fund manager, ekonom, akademisi, dan media.
“Kita Berencana permudah Perdagangan Keluar Negeri, buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang Sebagai Perdagangan Keluar Negeri langsung. Kita Berencana permudah regulasi, supaya menumbuhkan kegiatan ekonomi,” ujar Ri Prabowo Subianto Di keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).
Sejalan Didalam arahan Ri, Pejabat Tingginegara Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Di sesi laporan memaparkan bahwa salah satu pilar Di Kemajuan ekonomi 8% Didalam sisi permintaan adalah peningkatan Perdagangan Keluar Negeri. Sepanjang tahun 2025 tercatat peningkatan Perdagangan Keluar Negeri Barang Dagangan nonmigas berhasil mencapai 7,66%.
Dua Barang Dagangan utama andalan Perdagangan Keluar Negeri RI mampu tumbuh sangat baik Di 2025, yaitu CPO dan turunannya (HS.15) tumbuh 27,94% Didalam share terbesar 12,73% Didalam total Perdagangan Keluar Negeri, serta besi dan baja (HS.72) yang tumbuh 8,41% Didalam share 10,37% Didalam total Perdagangan Keluar Negeri.
Secara sektoral, peningkatan nilai Perdagangan Keluar Negeri Ke 2025 disumbang Dari sektor industri pengolahan yang mencapai kontribusi 10,77% dan mampu tumbuh 14,47%. Demikian juga Perdagangan Keluar Negeri menurut Negeri tujuan, dua Negeri tujuan utama Perdagangan Keluar Negeri Indonesia Merasakan kenaikan cukup tinggi. Perdagangan Keluar Negeri Di Tiongkok tumbuh 7,11% Didalam kontribusi sebesar 24,02% dan Perdagangan Keluar Negeri Di Amerika tumbuh 16,66% Didalam share sebesar 11,47% Didalam total Perdagangan Keluar Negeri.
“Perdagangan Keluar Negeri kita, khususnya Barang Dagangan non-migas, merupakan pilar penting Merangsang Kemajuan ekonomi, dan sepanjang 2025 mampu tumbuh kuat 7,66%. Malahan Perdagangan Keluar Negeri Di Amerika mampu tumbuh lebih Didalam 16%, Di Ditengah dinamika Keputusan tarif Didalam Ri Trump,” kata Airlangga.
Didalam sisi pelaku usaha, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menyampaikan apresiasi langkah pemerintah yang merilis berbagai paket Keputusan ekonomi Di Ditengah situasi dunia yang masih Berusaha Mengatasi tantangan ketidakpastian Dunia, Keputusan tarif Trump, Hubungan Dunia, dan konflik Di berbagai kawasan. Tetapi demikian, para pelaku usaha mengingatkan biaya Pengiriman yang masih belum Tantangan.
“Ini adalah Dibagian Didalam yang disebut high cost economy,” tutur Shinta.
Pengusaha siap bekerja sama Didalam pemerintah Berusaha Mengatasi situasi sulit akibat tekanan Dunia. Tetapi, kerja sama ini memerlukan komitmen Sebagai penyederhanaan regulasi dan kepastian Keputusan.
Didalam pertemuan APINDO Didalam Ri Prabowo beberapa waktu lalu disampaikan bahwa Ri sangat memahami berbagai persoalan, termasuk Yang Terkait Didalam birokrasi dan implementasi Keputusan Di lapangan yang kerap tidak sejalan Didalam semangat penyederhanaan aturan dan prosedur.
Sebagai Merangsang Perdagangan Keluar Negeri dan peningkatan daya saing nasional, tidak hanya bertumpu Ke Sukses menyepakati perjanjian perdagangan, tetapi juga pembenahan struktural Di Di negeri. Debottlenecking, deregulasi, penyederhanaan prosedur dan perizinan, efisiensi Pengiriman, dan biaya produksi menjadi Kunci agar industri serta produk Indonesia mampu bersaing.
Kehadiran Ri Prabowo yang Memberi sambutan utama Ke Peristiwa ini Menunjukkan komitmen kuat Didalam pemerintah Sebagai terus menjaga optimisme Peningkatan Ekonomi Di Ditengah berbagai tantangan Dunia.
Momentum ini menjadi titik penting Sebagai memperkuat daya saing, Merangsang Perdagangan Keluar Negeri, Meningkatkan Penanaman Modal Asing, dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas Untuk Kelompok.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Kita Berencana Permudah Regulasi Supaya Menumbuhkan Kegiatan Ekonomi











