Lagi Salat Usai Sahur, 500 Warga Palestina Ditembaki Tentara Israel




Naskah ini merupakan Dibagian Didalam CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Sebagai menjelaskan Kemakmuran masa kini lewat relevansinya Hingga masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Fatima Hamis al-Jabari datang Hingga Masjid Ibrahim bersama suami dan dua anaknya Sebagai melaksanakan salat Subuh berjemaah Hingga bulan Ramadan. Seperti pagi-pagi Sebelumnya, mereka datang Didalam keyakinan Berencana keberkahan seraya membawa doa-doa yang sama, tanpa firasat buruk apa pun.

Mereka Sesudah Itu menempati saf masing-masing bersama jemaah lain. Fatima berada Hingga barisan perempuan, Sambil Itu suami dan anak-anaknya berada Hingga saf laki-laki.

Di salat dimulai, suasana masjid langsung hening. Ruang ibadah hanya dipenuhi lantunan ayat suci imam yang Datang pelan dan menenangkan.

Akan Tetapi, ketenangan itu hanya bertahan beberapa menit. Tiba-tiba, suara tembakan memecah kekhusyukan.

Seketika suara teriakan dan kepanikan menggema. Fatima kaget dan langsung berlari mencari suaminya Hingga Ditengah kekacauan jemaah yang berhamburan.

Nahas, yang dia temukan menjadi luka seumur hidup. Tubuh suaminya tergeletak bersimbah darah Hingga lantai masjid. Anaknya terluka Hingga dekatnya.

“Di penembakan dimulai, suami saya mencoba melindungi putra bungsu kami, Sari, yang berusia delapan tahun. Suleiman tertembak Hingga punggung dan peluru menembus tubuhnya dan mengenai Sari. Suami saya tewas, isi perut Sari keluar dan kami mengira dia juga Berencana meninggal, tetapi dia selamat Sesudah satu bulan dirawat Hingga Fasilitas Medis,” kata Fatima kepada Al Jazeera, dikutip Rabu (25/2/2026).

Tragedi yang menimpa Fatima dan keluarganya pagi itu menjadi Dibagian Didalam peristiwa sangat besar Di sejarah kelam penduduk Israel atas tanah Palestina. Yakni pembantaian Hingga Masjid Ibrahim, Hebron, Ke 25 Februari 1994, tepat hari ini 34 tahun lalu. 

Ditembak Tentara

Pembantaian tersebut berlangsung Disekitar 10 menit dan dikenal sebagai salah satu tragedi paling singkat, tetapi paling mematikan Di sejarah pendudukan Israel. Didalam 500-an jemaah salat, ada 29 jemaah tewas dan 150 orang luka-luka.

Sesudah situasi mereda, terungkap pelakunya adalah seorang tentara sekaligus Ahli Kemakmuran militer bernama Baruch Goldstein. Goldstein tewas Hingga lokasi kejadian Sesudah diserang balik Didalam para jemaah.

Mengutip BBC International, Goldstein merupakan warga Negeri Israel kelahiran Amerika Serikat (AS). Dia pindah Hingga Israel Ke 1983 dan bergabung sebagai Ahli Kemakmuran militer.

Dia juga diketahui Memperoleh paham anti-Arab dan ultra-nasionalis yang dipengaruhi ajaran rabi ekstremis Meir Kahane. Tragedi ini mengguncang dunia internasional Lantaran terjadi Hingga Ditengah wacana Kedamaian Israel-Palestina, serta melibatkan seorang tentara aktif sebagai pelaku.

Sayang, akibat Goldstein tewas Hingga lokasi, motif pastinya tidak pernah dapat digali secara langsung. Mengutip laporan New York Times berjudul “That Day in Hebron — A special report; Soldier Fired at Crowd, Survivors of Massacre Say”, hasil investigasi resmi menyebut Goldstein bertindak sendirian dan tidak ada rekan yang terafiliasi dengannya.

Samping Itu, terdapat 115 selongsong peluru Hingga lokasi kejadian. Akan Tetapi, peluru yang berasal Didalam senapan Goldstein hanya 109 selongsong. Sedangkan sisanya berasal Didalam dua tentara Hingga lokasi kejadian yang menembakkan peluru Sebagai menenangkan situasi.

“Lima selongsong lainnya berasal Didalam senapan Galil milik dua tentara yang sempat melepaskan beberapa tembakan Di para jemaah Arab mulai berlarian keluar Didalam kompleks tempat suci Cave of the Patriarchs,” tulis laporan tersebut. 

Meski begitu, salah satu saksi Menginformasikan, letusan peluru Didalam tentara tersebut mengarah Hingga para jemaah. Terlepas Didalam benar atau tidaknya kesaksian kejadian ini lantas memantik amarah umat Muslim dan pendukung Palestina Hingga seluruh dunia. Sebab terjadi ketika warga Lagi khusyuk salat Hingga bulan suci Ramadan.

Hampir semua Negeri mengutuk kejadian ini. Dewan Keselamatan Perserikatan Bangsa-Bangsa pun segera bersidang Menerbitkan resolusi. 

Akan Tetapi, seperti Sebelumnya-Sebelumnya, berbagai kecaman tersebut tak menghentikan pendudukan. pembantaian Didalam Israel masih terjadi Hingga masa-masa berikutnya. 

(mfa/sef)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Lagi Salat Usai Sahur, 500 Warga Palestina Ditembaki Tentara Israel

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/