Ledakan Misterius Hingga Venezuela, Migas Turun Di Langit-Dikira Kiamat




Naskah ini merupakan Dibagian Di CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Untuk menjelaskan Situasi masa kini lewat relevansinya Hingga masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Venezuela Sebelum lama dikenal sebagai raksasa Migas dunia, Di cadangan terbesar Hingga bumi mencapai 303 miliar barel atau Disekitar 17% Di total Dunia. Kekayaan energi itulah yang sayangnya menyeret Negeri Amerika Latin tersebut Hingga pusaran konflik Politik Global menyusul operasi militer Amerika Serikat (AS) dan berujung Ke penangkapan Kepala Negara Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu (3/1).

Akan Tetapi, status Venezuela sebagai raksasa Migas tidak lahir secara instan. Ironisnya, titik balik yang mengubah negeri itu menjadi Negeri Migas bermula Di sebuah ledakan dahsyat Ke 14 Desember 1922. 

Kejadiannya bermula Ke pukul 04.30 dini hari. Warga desa La Rosa, Cabimas, terbangun mendadak Di dentuman dahsyat yang disertai getaran hebat. Kepanikan langsung menyergap. Sebagian mengira itu Bencana Alam, Sambil Itu yang lain menduga ledakan bom. Dugaan bom Mungkin Saja sebab kala itu Daerah tersebut kerap dilanda konflik dan Karya separatis.

Akan Tetapi, beberapa menit Lalu, ketakutan warga berubah menjadi kebingungan. Di langit, cairan hitam pekat mulai turun dan membasahi permukiman. Bukan hujan dan abu, melainkan Migas mentah yang menempel Hingga tanah, Rumah, Malahan tubuh penduduk kota.

Menurut laporan BBC International, cairan tersebut berasal Di semburan Migas raksasa yang melesat Hingga udara setinggi ratusan meter. Semburan itu tak berhenti Di hitungan jam, melainkan berlangsung lima hari berturut-turut Di volume mencapai Disekitar 100.000 barel per hari. Dahsyatnya peristiwa itu membuat muncratan Migas Malahan dapat terlihat Di kota tetangga yang berjarak Disekitar 30 kilometer.

“Para pekerja Shell membutuhkan waktu hampir sepuluh hari Untuk mengendalikan kekuatan semburan Migas Di sebuah katup. Sumur itu menyemburkan Disekitar 100.000 barel Migas mentah setiap hari tanpa terkendali-Migas yang akhirnya terbuang sia-sia, tetapi sekaligus mengungkapkan besarnya cadangan Migas Hingga bawah tanah Venezuela,” kata sejarawan Rafael Arráiz Lucca kepada BBC International.

Ironisnya, mayoritas warga Cabimas Di itu tak memahami apa yang sebenarnya terjadi. Migas yang jatuh Di langit ditafsirkan secara mistis. Sebagian mengaitkannya Di ulah setan, sebagian lain melihatnya sebagai tanda-tanda kiamat. Sains modern kelak menjelaskan, Kejadian Luar Biasa tersebut tak lain adalah semburan Migas akibat tekanan gas ekstrem Di Di bumi.

Studi “Oil and the American Century” (2012) mencatat, Sebelumnya peristiwa tersebut, Migas Hingga Venezuela belum Disorot bernilai strategis. Karya pengeboran masih terbatas dan hasilnya dinilai tak signifikan. Pandangan itu berubah total Setelahnya ledakan dahsyat Ke 14 Desember 1922.

Penyelidikan Lalu menyimpulkan ledakan terjadi akibat sumbatan Ke alat Alat yang menghambat aliran gas. Gas yang terperangkap terus menumpuk Hingga Di sumur, menjadikannya bom waktu. Di tekanan tak lagi mampu ditahan, ledakan pun tak terhindarkan. Migas Di perut bumi keluar secara brutal, menghujani dan membanjiri kota.

Peristiwa yang dikenal sebagai Ledakan Barroso No. 2 itu justru menjadi titik balik. Meski berdampak Ke Kesejaganan dan lingkungan Disekitar, dunia tak lagi memandangnya sebagai bencana semata, melainkan sebagai penanda lahirnya raksasa Migas Mutakhir. Insiden tersebut Menarik Perhatian perhatian para pengusaha energi Dunia, termasuk Standard Oil milik keluarga Rockefeller, Untuk berbondong-bondong berinvestasi Hingga Venezuela.

Sebelum Di itu, industri Migas Venezuela berkembang pesat. Negeri yang Sebelumnya agraris perlahan berubah menjadi kekuatan Migas Dunia. Di waktu singkat, Migas menjelma sebagai tulang punggung Peningkatan Ekonomi, sekaligus sumber ketergantungan dan Persaingan kepentingan Dunia, yang hingga kini masih membayangi Venezuela, termasuk Di ambisi Politik Global Amerika Serikat.

(mfa/mfa)

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Ledakan Misterius Hingga Venezuela, Migas Turun Di Langit-Dikira Kiamat