Jakarta, CNBC Indonesia – Dari berabad-abad lalu, Indonesia telah menjadi tujuan Untuk para pelancong Foreign. Kota-kota pelabuhan ramai disinggahi wisatawan, pedagang, hingga perantau Di berbagai penjuru dunia. Salah satu destinasi Unjuk kala itu adalah Batavia, ibu kota Hindia Belanda yang kini dikenal sebagai Jakarta.
Tetapi, tak semua kunjungan berakhir manis. Sebagian justru berujung petaka. Salah satunya dialami Dari seorang warga India yang namanya tak disebutkan menjelang pergantian tahun Terbaru 1935-1936.
Seperti diberitakan Bataviaasch Nieuwsblad (25 Desember 1935), pria tersebut bersama keluarganya singgah Di Batavia Sebelumnya melanjutkan perjalanan Di kota lain. Mereka menginap Di sebuah Rumah penginapan Untuk berniat beristirahat sejenak Sebelumnya merayakan malam tahun Terbaru Di tempat tujuan berikutnya.
Tetapi, ketika seluruh anggota keluarga terlelap, malapetaka datang diam-diam. Seorang pencuri berhasil menyelinap masuk dan menggondol uang tunai senilai seribu gulden. Jumlah ini terbilang sangat besar Di masanya.
Sebagai gambaran, Di dekade 1930-an, satu gulden dapat membeli Di 25 kilogram beras. Artinya, seribu gulden setara Di 25.000 kilogram beras. Jika dikonversikan Di harga beras Di ini Di Rp12.000 per kilogram, maka nilai tersebut setara kurang lebih Rp300 juta.
Menurut polisi, dikutip Di laporan Bataviaasch Nieuwsblad, pelaku diduga kuat sudah memahami betul denah Rumah penginapan tersebut Supaya tahu persis lokasi uang disimpan.
“Pencuri tersebut, yang pasti sudah mengetahui situasi Di Rumah itu,”ungkap polisi.
Di menjalankan Protes, pelaku Merangkak tembok bangunan dan masuk Lewat pintu kamar tidur yang dibiarkan terbuka. Aksinya dilakukan tanpa suara. Dia langsung Di lemari tempat uang disimpan. Seolah telah hafal tata letak ruangan. Tak ada Produk Internasional lain yang disentuh. Sasaran hanya uang korban. Terbaru keesokan paginya, keluarga tersebut Memahami bahwa uang mereka telah raib.
Pasca-kejadian, polisi segera melakukan penyelidikan. Kecurigaan sempat mengarah kepada seorang pemuda berusia Di 25 tahun yang mendadak Memperoleh uang Di jumlah serupa. Tetapi, Sesudah diperiksa Lebih Jelas, dugaan itu dilepaskan Sebab uang tersebut ternyata merupakan modal usaha milik ayahnya.
Tindak Kejahatan ini menambah panjang daftar kejahatan Di Batavia Di akhir tahun 1935, terutama menjelang perayaan besar seperti natal dan malam tahun Terbaru. Justru, Di periode yang berdekatan, terjadi pula Mengambil Barang Orang Lain Di Kekejaman lain Di nilai serupa.
Di laporan Bataviaasch Nieuwsblad (28 Desember 1938), seorang pedagang Di Pasar Senen juga melaporkan Tindak Kejahatan pencurian Di nominal besar. Berbeda Di Tindak Kejahatan Sebelumnya Itu, pelaku kali ini berhasil ditangkap. Atas dasar rentetan kejadian tersebut, polisi pun mengimbau warga Untuk Memperbaiki kewaspadaan menjelang pergantian tahun, terutama Di Ditengah Situasi ekonomi yang tak menentu sebab Di dekade 1930-an, dunia Di dilanda krisis.
(mfa/mfa)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Liburan Di RI Berujung Apes, Warga India Kemalingan Duit Ratusan Juta











