Mengapa AS Kepincut Energi Venezuela, Apa Istimewanya?

loading…

Diprediksi butuh Penanaman Modal Untuk Negeri Energi dan gas sebesar USD54 miliar Di 15 tahun Di Didepan Untuk menjaga produksi Energi Venezuela tetap stabil Di Di 1,1 juta barel per hari. Foto/Dok

JAKARTAIndustri Energi Venezuela telah menjadi sorotan Dari Pemimpin Negara Donald Trump menggunakan kekuatan militer Untuk Menyita pemimpin Negeri itu yakni Pemimpin Negara Nicolas Maduro. Beberapa hari berikutnya, Trump mengatakan, bahwa AS (Amerika Serikat) Berencana mengelola Venezuela dan memanfaatkan cadangan minyaknya.

Trump menyebutkan, bahwa Venezuela mencuri Energi AS yang mengacu Di langkah mantan Pemimpin Negara Venezuela Hugo Chavez beberapa dekade lalu Untuk menasionalisasi ratusan aset milik Foreign, termasuk yang dimiliki Bersama perusahaan Energi Amerika .

Kali ini Trump mengusulkan Ide agar perusahaan-perusahaan tersebut kembali dan membangun kembali industri Energi Venezuela yang terpuruk. Ia Lalu Mengeluarkan bahwa Venezuela Berencana menyediakan 30 hingga 50 juta barel Energi Di AS, dan perusahaan Energi milik Negeri Venezuela PDVSA mengaku Lagi bernegosiasi Bersama pemerintah AS Untuk penjualan Energi mentah.

Baca Juga: Misi Kuasai 55% Energi Dunia, Raksasa AS Siap Penanaman Modal Untuk Negeri Rp1.659 T Di Venezuela

Pemerintahan juga secara ‘selektif’ mencabut Pembatasan Untuk memungkinkan pengiriman dan penjualan Energi Venezuela Di pasar Di seluruh dunia. Trump menjelaskan bahwa hasil penjualan Energi Venezuela Berencana disimpan Di akun yang dikendalikan AS dan didistribusikan kepada penduduk Amerika dan Venezuela, menurut Departemen Energi.

Langkah-langkah ini Mungkin Saja Dibagian Untuk strategi jangka panjang Untuk Merasakan pijakan Di Negeri Bersama cadangan Energi yang luas.

Melirik Cadangan Energi Venezuela

Ketika Venezuela Memiliki salah satu cadangan Energi terbesar Di dunia. Di Di Yang Sama beberapa analis energi Menyaksikan bahwa tidak Berencana ada cukup Energi Untuk memenuhi permintaan Dunia Untuk beberapa tahun mendatang.

Negeri Amerika Selatan ini diperkirakan Memiliki 303 miliar barel Energi mentah Di Untuk tanah, atau setara 17% Untuk pasokan dunia, menurut Administrasi Informasi Energi AS. Berbeda Bersama Dibagian lain Di dunia, Di mana ahli geologi harus mencari Energi yang belum dieksploitasi, cadangan Di bawah tanah Venezuela sebagian besar sudah dipetakan dan diketahui, kata para ahli.

Tetapi Sebab infrastruktur yang buruk, Negeri ini hanya memproduksi Di 1% Untuk Energi dunia. “Venezuela Memiliki cadangan yang sangat besar,” kata Claudio Galimberti, direktur analisis pasar Dunia dan kepala ekonom Di Rystad Energy.

“Jika Anda bertanya kepada perusahaan Energi manapun Di dunia, pergi Di Regu Penjelajahan mereka, para geolog, dan tanyakan Untuk mana Energi Berencana datang Di tahun 2030-an dan 2040-an, jawaban mereka cukup menakutkan, ‘Kami tidak tahu.’ Karena Itu Berencana ada masalah Untuk menemukan Energi Untuk beberapa tahun Di Didepan.”

Untuk jangka pendek, pasokan Energi Dunia bakal melebihi permintaan, Supaya peningkatan produksi Untuk Venezuela tidak terlalu diperlukan. Tetapi, Badan Energi Internasional Mengantisipasi bahwa Di bawah Aturan Di ini, Di 25 juta barel per hari Untuk proyek pasokan Energi Terbaru Berencana dibutuhkan Di tahun 2035 Untuk menjaga Kesejajaran pasar.

Angin Segar buat Kilang dan Konsumen AS

Energi Di Venezuela adalah Energi mentah Bersama karakteristik berat dan asam, jenis ini merupakan yang diolah Bersama kilang Di Pantai Teluk AS, dan hanya ada beberapa Negeri yang memproduksinya. Sebagai Alternatif sebagian besar Energi yang diproduksi Di AS adalah Energi mentah ringan. Jika Energi Venezuela Masuk bebas, hal itu Berpotensi Untuk menurunkan harga Energi dan bensin.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Mengapa AS Kepincut Energi Venezuela, Apa Istimewanya?