Jakarta –
Pembantu Ri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji buka suara soal Ide pembentukan Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) Hingga sektor tekstil. Ia menyambut positif apabila pemerintah ingin memperkuat keberadaan BUMN tekstil
Sarmuji mengatakan, industri tekstil Memiliki rantai usaha yang luas. Karya industri ini juga berkaitan Di banyak pelaku industri kecil, termasuk usaha penjahitan.
“Memang masih ada banyak problem ya Hingga industri tekstil. Tapi kalau pemerintah memang mau menjadikan BUMN tekstil ini menjadi lebih kuat, tentu kita sangat senang,” kata Sarmuji usai Diskusi internal Hingga Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan Senin (5/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebab tekstil itu turunannya sangat banyak ya, termasuk Hingga sektor-sektor industri kecil sangat banyak turunannya, penjahit-penjahit macam-macam sangat banyak,” sambungnya.
Untuk Diskusi tersebut, Sarmuji juga meminta Kementerian Perindustrian menjadi faktor pendorong percepatan Kemajuan industri. Menurutnya, keberadaan kementerian harus Menyediakan dampak Di perkembangan sektor-sektor industri yang berada Hingga bawah naungannya.
Ia menilai Kemajuan industri menjadi salah satu Kunci Sebagai mengejar target Kemajuan ekonomi pemerintah sebesar 6%. Sektor industri juga dinilai Memiliki peranan besar Untuk penyerapan tenaga kerja.
“Kalau Kemajuan industrinya nggak tinggi, Akansegera sulit dicapai Kemajuan ekonomi 6%. Apalagi penyerapan tenaga kerja, sektor industri itu menyerap tenaga kerja yang jauh lebih besar dibanding sektor-sektor yang lain,” ujar Sarmuji.
Sarmuji mengatakan sejumlah persoalan industri juga tidak dapat diselesaikan Kementerian Perindustrian sendiri. Sebab itu, koordinasi Di kementerian dan lembaga lain, mulai Untuk Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan hingga Kementerian Keuangan perlu diperkuat.
Ia mencontohkan Aturan Pembelian Barang Untuk Luar Negeri sebagai salah satu persoalan yang membutuhkan koordinasi Di Kementerian Perdagangan. Menurutnya, pembukaan keran Pembelian Barang Untuk Luar Negeri tanpa Merencanakan pembatasan Sebagai Barang Dagangan tertentu dapat Menyediakan tekanan Di industri Untuk negeri.
“Kalau izin Pembelian Barang Untuk Luar Negeri itu terbuka sedemikian rupa tanpa ada pertimbangan Sebagai membatasi, pasti sektor industri Untuk negeri itu Akansegera sulit bertahan Sebagai jenis-jenis Barang Dagangan tertentu. Nah itu kita butuhkan kerja sama Di banyak sekali stakeholder,” tutup Sarmuji.
(acd/acd)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita: Menperin Buka Suara soal Ide Pembentukan BUMN Tekstil









