Jakarta, CNBC Indonesia – Situasi politik dan ekonomi yang belum stabil ternyata pernah membuat penghasilan Ri RI sangat terbatas. Hal ini dialami langsung Ri pertama Indonesia, Soekarno, Ke masa awal kemerdekaan.
Tak lama Sesudah proklamasi, pemerintah menetapkan gaji Ri sebesar f.1.000 per bulan. Angka ini tercantum Untuk Penetapan Pemerintah No. 1/O.P yang diumumkan Ke November 1945. Besaran itu bersifat Sambil Itu, menyesuaikan Situasi Negeri yang Pada itu masih Untuk masa genting. Tetapi, Untuk keluarga istana, jumlah tersebut ternyata sangat pas-pasan.
Ibu Negeri, Fatmawati, pernah bercerita Untuk memoar berjudul Fatmawati:Catatan Kecil Bersama Bung Karno (2017) bahwa, setiap bulan dia Merasakan amplop berisi gaji Bung Karno yang jumlahnya tidak seberapa.
Uang itu harus dicukup-cukupkan Untuk kebutuhan makan keluarga dan berbagai keperluan Tempattinggal tangga lainnya. Sebab, hanya ada satu sumber penghasilan.
“Aku sendiri tak mencari uang Untuk dapat membantu mencukupi kebutuhan,” ungkap Fatmawati.
Situasi serba terbatas itu juga diakui langsung Di Soekarno. Untuk autobiografinya Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1965), dia mengaku kerap kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga.
“Dan adakah seorang kepala Negeri lain yang melarat seperti aku dan sering meminjam-minjam Di ajudannya? Gajiku US$200 sebulan dan tidak cukup Untuk memenuhi kebutuhan keluargaku,” kenangnya.
Curhat Bung Karno itu menggambarkan betapa beratnya kehidupan ekonomi Malahan Ke level kepala Negeri Ke masa awal republik. Penyebabnya tak lepas Di Situasi Indonesia yang Terbaru saja lahir Ke 17 Agustus 1945.
Pada itu, Negeri berdiri tanpa fondasi ekonomi yang mapan. Hiperinflasi, kerusakan infrastruktur dan jalur distribusi, dan sistem administrasi belum tertata. Itu semua membuat kas Negeri tipis, Sambil Itu Pertempuran mempertahankan kemerdekaan Di Belanda menuntut biaya besar.
Situasi makin parah usai Belanda menjalankan blokade ekonomi yang menghambat Perdagangan Keluar Negeri-Perdagangan Masuk Negeri dan membuat pemasukan Negeri makin seret. Dampaknya, pemerintah harus mencari berbagai cara Untuk bertahan hidup. Mulai Di patungan, penyelundupan Produk Internasional, hingga menjual berbagai aset yang masih bisa menghasilkan dana.
Ke Di Situasi Negeri yang nyaris kehabisan napas itulah, gaji Soekarno ikut terdampak. Sang proklamator Malahan harus merasakan Kehidupan Maksimalis, jauh Di gambaran mewah seorang kepala Negeri.
(mfa/mfa)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Negeri Lagi Genting, Ri RI Digaji Pas-pasan dan Hidup Mepet







