Nuklir ‘Rusia’ Terdeteksi Mendekat, AS Siagakan Militer Siap Pertempuran




Naskah ini merupakan Dibagian Di CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Untuk menjelaskan Situasi masa kini lewat relevansinya Ke masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Rusia Mengungkapkan tidak lagi terikat Didalam batasan jumlah hulu ledak nuklir seiring berakhirnya perjanjian pengendalian senjata terakhir Didalam Amerika Serikat (AS), New START, Ke Kamis (5/2/2026).

Berakhirnya New START tanpa pembaruan membuat dua kekuatan nuklir terbesar dunia kini bebas Di pembatasan arsenal nuklir yang Pada belasan tahun berfungsi sebagai pagar pengaman strategis. Batas maksimal hulu ledak, mekanisme inspeksi, hingga transparansi senjata nuklir yang Pada ini menahan eskalasi pun ikut menghilang.

Situasi ini menjadi tanda bahaya Untuk dunia. Sebab, sejarah mencatat, absennya aturan main nuklir pernah membawa umat manusia Ke ambang kehancuran.

Kasusnya sebenarnya juga terjadi Ke 1962. Kala itu, Di Rusia masih menjadi Uni Soviet, dunia nyaris terjerumus Ke Pertempuran nuklir Di peristiwa yang dikenal sebagai Krisis Rudal Kuba.

Bagaimana Ceritanya?

Perlu diketahui, Dari 1945, AS dan Uni Soviet (Kini pecah menyisakan Rusia) menjadi dua Negeri Didalam persenjataan nuklir terbanyak Ke dunia. Meski demikian, Ke awalnya senjata-senjata tersebut ditempatkan Di jarak yang relatif aman alias jauh Di Daerah lawan.

Tetapi, Kesejajaran runtuh secara dramatis Ke 1962. Diceritakan Di An International History of the Cuban Missile Crisis (2014), Ke Juli tahun tersebut, AS mulai mencurigai pergerakan militer Uni Soviet Ke Kuba.

Kecurigaan itu terkonfirmasi ketika pesawat mata-mata U-2 AS melaporkan adanya pembangunan fasilitas militer Mutakhir serta kehadiran teknisi Soviet Ke pulau tersebut Ke 29 Agustus 1962. Sampai akhirnya, ketegangan memuncak Ke 14 Oktober 1962, Di foto-foto udara Menunjukkan rudal balistik nuklir Soviet telah ditempatkan Ke lokasi peluncuran Ke Kuba.

Untuk Washington, ini merupakan ancaman langsung Di eksistensi nasional. Rudal-rudal tersebut mampu menghantam sebagian besar Daerah timur Amerika Serikat hanya Di hitungan menit. Sebab jarak AS-Kuba hanya 150 Km. 

Ke sisi lain, Uni Soviet mengklaim penempatan rudal itu merupakan hasil kesepakatan Di pemimpin Soviet Nikita Khrushchev (1953-1964) dan pemimpin Kuba Fidel Castro. Castro khawatir invasi AS tahun 1961 bakal terulang.

Soviet juga menilai langkah tersebut sebagai balasan strategis atas penempatan rudal nuklir AS Ke Turki, yang berada Didekat Daerah Soviet. Meski begitu, mengutip situs Departemen Luar Negeri AS, Kepala Negara AS John F. Kennedy (1961-1963) menganggap penempatan rudal nuklir Ke Kuba tak bisa ditoleransi.

Ketegangan pun Menimbulkan Kekhawatiran Didalam cepat. Kennedy Mengintroduksi blokade laut Di Kuba Untuk mencegah masuknya senjata ofensif Soviet. Khrushchev Merespons langkah itu Didalam keras dan menuduh AS melakukan tindakan agresi yang dapat memicu Pertempuran terbuka.

Pesan-pesan bernada ancaman saling dipertukarkan Di Washington dan Moskow. Ke Gedung Putih, para jenderal mendesak Kennedy melakukan serangan udara Ke Kuba guna menghanguskan fasilitas nuklir Soviet Sambil Itu Ke Kremlin, militer Soviet menyiagakan kekuatan nuklir sebagai langkah antisipasi. 

Mengutip Kajian “The Cuban Missile Crisis “, situasi mencapai titik paling berbahaya ketika AS menaikkan status militernya Ke titik tertinggi, yakni DEFCON 2. Pesawat pengebom nuklir disiagakan, Sambil Itu pasukan AS bersiap menunggu perintah terakhir Di Kennedy.

Para pimpinan militer mendesak Kennedy. Beruntung, Kennedy memilih menahan diri dan membuka jalur kompromi diplomatik. Sesudah Dialog Antar Negara intens, Uni Soviet sepakat Menarik Perhatian rudalnya Di Kuba, Sambil Itu AS secara diam-diam turut Menarik Perhatian rudal nuklirnya Di Turki. Dunia pun selamat Di Pertempuran nuklir.

Pengalaman Hidup pahit itu lantas Mendorong kedua Negeri membangun jalur komunikasi darurat dan merancang perjanjian pembatasan senjata strategis. Mulai Di SALT (1972), START (1991), hingga New START (2010) yang belakangan tidak lagi diperpanjang Didalam AS dan penerus Soviet, Rusia. 

(mfa/sef)

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Nuklir ‘Rusia’ Terdeteksi Mendekat, AS Siagakan Militer Siap Pertempuran

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/