Jakarta, CNBC Indonesia – Gugurnya prajurit Indonesia Pada menjalankan misi Kedamaian dunia ternyata bukan peristiwa Terbaru. Jauh Sebelumnya insiden yang terjadi belakangan ini, sejarah mencatat pasukan Kedamaian RI pernah Merasakan tragedi serupa Di misi perdananya, tepat 69 tahun silam.
Indonesia mulai aktif mengirim pasukan Kedamaian Organisasi Internasional Sebelum 1957. Penugasan pertama dilakukan Hingga Mesir, tetapi perlahan meluas hingga Hingga Jalur Gaza, Palestina. Berdasarkan harian Nasional (1 Oktober 1957), pasukan Indonesia Pada itu bertugas menjaga perbatasan Mesir-Israel sekaligus membersihkan ranjau Di Daerah rawan konflik.
Di misi pertama tersebut, Indonesia mengirim 586 personel. Akan Tetapi, tidak semuanya pulang Bersama selamat.
Satu prajurit dilaporkan gugur, yakni Pratu Misdi, seorang tentara asal Magelang. Soal penyebab kematiannya, muncul dua versi berbeda Bersama media masa itu, Di mana koran berbahasa Belanda Preangerbode (20 Agustus 1957) menulis, Misdi meninggal akibat tembakan jarak Di.
“Menurut laporan medis yang ditandatangani Dari Kepala JF Haley Bersama Kanada, ditemukan luka bakar mesiu Di dahi, yang mengarah Di asumsi bahwa Misdi ditembak Di kepala Bersama jarak Di Bersama revolver,” ungkap koran tersebut.
Diberitakan, insiden itu terjadi ketika Misdi Ditengah menjalankan patroli Di Jalur Gaza. Di kejadian yang sama, beberapa anggota Pasukan Garuda lain juga sempat Merasakan luka-luka, tetapi selamat.
Akan Tetapi, koran Nasional memuat keterangan berbeda mengenai penyebab gugurnya sang prajurit. “Seorang prajurit I Misdi tewas akibat letusan senjatanya sendiri sewaktu menjalankan tugas Di Daerah Gaza,” ungkap koran Nasional.
Sayang, koran tersebut tidak Membeberkan kronologi pasti kematian Misdi secara rinci. Terlepas Bersama mana yang benar, jenazahnya diterbangkan Bersama kawasan misi menggunakan pesawat Air Ceylon Di Singapura, Sebelumnya Lalu dibawa Hingga Jakarta.
Proses pemulangan jenazah pun sempat menemui kendala. Pada hendak dimuat Hingga pesawat Garuda Indonesian Airways (GIA), peti jenazah ternyata terlalu besar Supaya tidak dapat masuk Lewat pintu pesawat. Dampaknya, dilakukan persiapan Sebagai memindahkan jenazah Hingga pesawat lain agar bisa segera diterbangkan Hingga Tanah Air.
Di Jakarta, kepulangan Pasukan Garuda disambut secara resmi Di Tanjung Priok. Upacara berlangsung meriah Bersama iringan korps Alunan Angkatan Darat, tetapi juga dipenuhi suasana haru. Maklum, para prajurit Terbaru kembali Sesudah delapan bulan meninggalkan Indonesia Sebagai menjalankan tugas internasional.
Setibanya Di Tanah Air, seluruh anggota batalion Menyambut apresiasi langsung Bersama pemerintah atas Prestasi misi mereka.
“Ri Soekarno Mengungkapkan penghagaraan kepada segenap anggota batalyon garuda Bersama baik sekali Lantaran telah melaksanakan tugas internasional,” ungkap koran Nasional.
(mfa/sef)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Pasukan Kedamaian RI Gugur Ditembak Di Jalur Gaza, Lainnya Luka-Luka











