Pembantu Presiden Pembantu Presiden Agama Ini Tolak Mentah-Mentah Tempattinggal Dinas & Uang Rp200 Juta




Jakarta, CNBC Indonesia – Keteladanan Pembantu Presiden Pembantu Presiden Agama era Pemimpin Negara Soekarno, KH Saifuddin Zuhri, layak menjadi inspirasi Untuk para pejabat Indonesia. Pada menjabat sebagai pejabat tinggi Negeri, Saifuddin dikenal Kehidupan Sederhana dan menolak praktik Penyalahgunaan Jabatan, kolusi, dan nepotisme (KKN). Malahan dia memilih tidak menempati Tempattinggal dinas yang sejatinya menjadi haknya dan membeli Tempattinggal lain Di menyicil.

Saifuddin Zuhri dilantik sebagai Pembantu Presiden Pembantu Presiden Agama Di-9 Ke 2 Maret 1962. Akan Tetapi, jabatan tersebut sama sekali tidak datang Di ambisi. Di autobiografinya Berangkat Di Pesantren (1984), Saifuddin mengaku justru merasa takut dan ragu ketika namanya disebut sebagai Kandidat Pembantu Presiden Pembantu Presiden. Dia menilai masih banyak tokoh lain yang lebih senior dan berpengalaman dibanding dirinya.

Ketika dipanggil Pemimpin Negara Soekarno Ke 17 Februari 1962, Saifuddin tidak langsung Merasakan tawaran itu. Dia meminta waktu Sebagai berpikir.Di masa penantian tersebut, Saifuddin banyak meminta pertimbangan para ulama dan memperbanyak doa Lantaran khawatir salah memilih jalan hidup. 

Sesudah Lewat perenungan panjang, pria kelahiran 1 Oktober 1919 itu akhirnya Merasakan amanah dan resmi dilantik Ke 2 Maret 1962. Harian Duta Kelompok (3 Maret 1962) mencatat, Saifuddin mengemban tugas menjaga stabilitas kehidupan keagamaan, memperkuat relasi antarumat beragama, serta mengatur penyelenggaraan ibadah haji.

Untuk Saifuddin, jabatan Pembantu Presiden Pembantu Presiden adalah amanah berat yang tidak boleh dimanfaatkan Sebagai mencari keistimewaan. Salah satu sikapnya yang paling menonjol adalah penolakannya Di Tempattinggal dinas. Meski berhak, dia memilih tetap tinggal Di Tempattinggal pribadinya Di Jalan Dharmawangsa Raya No.4, Kebayoran Terbaru.

Meski sempat didesak agar Merasakan fasilitas tersebut, Saifuddin tetap menolak Di tegas.

“Kalau begitu aku serakah namanya. Kalau Pembantu Presiden Pembantu Presiden agama sudah serakah, bagaimana yang lain… sikapku tegas. Di Di Itu aku tetap menempati Tempattinggal sendiri hingga sekarang,” tegasnya.

Ke tahun-tahun berikutnya, Saifuddin lebih memilih menyicil Tempattinggal sendiri Di Jalan Hang Tuah 1/6, Kebayoran Terbaru. Akan Tetapi, Di sudah lunas, Tempattinggal tersebut tidak lama menjadi miliknya. Dia memilih menyumbangkannya kepada Nahdlatul Ulama (NU) Sebagai kepentingan sosial. Keputusan ini sempat Dilindungi, Malahan Di kalangan elite NU sendiri, mengingat Saifuddin Memperoleh banyak anak dan Tempattinggal itu dinilai layak diwariskan kepada keluarga.

Malahan, ada seseorang yang berniat membeli Tempattinggal tersebut seharga Rp200 juta agar Saifuddin tidak memberikannya secara cuma-cuma. Tawaran itu pun ditolak.

“Jangan ulangi! Siapa tahu bertepatan Di setan siapa tahu bertepatan Di setan lewat Di depanku dan hinggap Di batinku lalu tergiurlah hatiku Akansegera bilangan Rp 200 juta itu, Agar urunglah niatku Sebagai menyumbang kepada NU.”

Integritas ini juga sejalan Di keteguhan menolak KKN yang terlihat ketika adik iparnya, Zaiduin Dahlan, meminta Dukungan Sebagai diberangkatkan haji. Dahlan merupakan pejuang kemerdekaan dan secara aturan, veteran seperti dirinya memang kerap Merasakan fasilitas haji Di pemerintah.

Akan Tetapi, Saifuddin menolaknya Lantaran hubungan keluarga. Dia tidak mau menyalahgunakan jabatan.

“Tetapi, ada satu hal yang menyebabkan saya tidak Bisa Jadi membantu Lewat haji, Lantaran kamu adikku. Coba kamu orang lain, sudah lama aku hajikan,” ujar KH Saifuddin Zuhri, dikutip Di Sang Pendoa: Para Kiai Fenomenal Pengayom Kedamaian Umat (2023).

Saifuddin Zuhri lengser Di jabatannya Ke 1967. Sesudah pensiun, dia menjalani Kehidupan Sederhana Di berdagang beras dan mengajar. Berpuluh tahun Sesudah dia meninggalkan Sofa Pembantu Presiden Pembantu Presiden Agama, jejak pengabdiannya kembali berlanjut ketika putra bungsunya, Lukman Hakim Saifuddin, diangkat menjadi Pembantu Presiden Pembantu Presiden Agama Di Pembantu Presiden Pembantu Presiden Pembantu Presiden Kerja Pemimpin Negara Joko Widodo.

(mfa/mfa)

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Pembantu Presiden Pembantu Presiden Agama Ini Tolak Mentah-Mentah Tempattinggal Dinas & Uang Rp200 Juta