Jakarta, CNBC Indonesia – Kantor kepolisian Inggris dilanda kepanikan. Penjahat dan perampok kelas kakap, yakni Ronald Athur Biggs ditemukan tak lagi berada Di penjara. Alias kabur Untuk tahanan.
Ronald Biggs merupakan salah satu ‘raja’ perampok Sebab melakukan Aksi Massa kejahatan paling besar Untuk sejarah Inggris, yakni Great Train Robbery yang terjadi Di 8 Agustus 1963. Pada itu, kereta pengangkut uang dibajak. Sedikitnya, 120 karung berisi uang tunai bernilai 2-3 juta poundsterling hilang tanpa jejak. Bila disesuaikan Bersama kurs hari ini, nilainya setara Bersama 50 juta pound atau Di Rp848 miliar.
Setelahnya lama buron, Biggs ditangkap kepolisian Di London Di 4 September 1963. Dia ditangkap bersama 15 perampok lain dan dapat Putusan 30 tahun penjara. Artinya dia harus berada Di balik jeruji besi sampai tahun 1964.
Tetapi, belum genap dua tahun menjalani masa tahanan, Biggs berhasil kabur. Menurut laporan New York Times (9 Juli 1965), Di pukul 15.15 waktu setempat, dia melarikan diri Untuk Penjara Wandsworth yang dikenal Bersama penjara berkeamanan tinggi.
Dia kabur bersama tiga narapidana lainnya Bersama cara menjebol pintu. Kabar pelariannya sontak menjadi sorotan media. Dia sempat terdeteksi kabur Hingga Belgia dan Prancis, Sebelumnya akhirnya jejaknya menghilang. Untuk pelariannya inilah muncul dugaan Biggs sempat Ke Indonesia.
Dugaan itu membuat Badan Koordinasi Intel Bangsa (BAKIN, kini disebut Badan Intel Bangsa [BIN]), turun tangan. Untuk Bacaan Intel: Inside Indonesia’s Intelligence Service (2004), pakar Intel Keneth J. Conboy Membeberkan, Di 24 Maret 1970, BIN Merasakan informasi Yang Terkait Bersama seseorang Untuk Australia yang datang Hingga Indonesia Bersama nama Dibelakang “Biggs”.
Kala itu, Ronald Biggs memang terlacak berada Di Australia bersama istri dan anaknya. Maka, BIN pun melakukan pengintaian intensif Pada pria yang diduga buronan kelas kakap Inggris tersebut.
Tetapi, Setelahnya tiga minggu, diketahui pria itu bukan Ronald Biggs, melainkan Donald Biggs. Donald merupakan pendeta asal Amerika Serikat berusia 56 tahun. Akibat salah identifikasi, pengintaian pun dihentikan.
Ternyata, Ronald Biggs berada Di Brasil. Dia bermukim Di Brasil Dari 1970 Sebab Bangsa itu tak punya perjanjian ekstradisi Bersama Inggris. Karena Itu, dia bisa Kehidupan Damai tanpa perlu dikejar-kejar kepolisian.
Di akhirnya Biggs memutuskan Sebagai kembali Hingga Inggris secara sukarela Di 2001. Dia yang berusia 70-an tahun langsung ditangkap dan dipenjara kembali. Tetapi, akibat Kesejaganan yang terus menurun, dia Setelahnya Itu dibebaskan.
Sambil Donald Biggs yang sempat diikuti BIN wafat Di 2013 Untuk usia 84 tahun.
(mfa/mfa)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Penjahat Terbesar Inggris Kabur Untuk Penjara, Diduga Berlarilah Hingga RI











