Jakarta, CNBC Indonesia – Peran perempuan Di Perdagangan Antar Negara dinilai patut Sebagai ditingkatkan. Sejumlah pemimpin perempuan Ke Indonesia menilai, Kunci utamanya bukan sekadar membuka akses, tapi memastikan perempuan benar-benar siap bersaing Di level paling dasar.
Wakil Ketua Dewan Keadaan Ekonomi Negara Mari Elka Pangestu menekankan, langkah awal dimulai Di pasar domestik. Perempuan pelaku usaha perlu dibekali kemampuan dasar seperti pencatatan keuangan, pemahaman Standar produk, hingga standar Keselamatan Ketahanan Pangan Sebelumnya melangkah Hingga pasar internasional.
Menurut mantan Pembantu Ri perdagangan itu, banyak pelaku usaha perempuan masih terkendala hal sederhana seperti pembukuan hingga pemenuhan standar produk. Padahal, kata ia, aspek seperti Standar, packaging, dan branding menjadi penentu utama agar produk bisa diterima pasar Internasional.
“Tidak cukup hanya punya produk. Harus jelas kualitasnya, kemasannya, sampai bagaimana membangun merek,” ujar Mari Di talkshow Top Woman Fest 2026 Ke Sarinah, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Pemerintah disebut telah menyediakan berbagai fasilitas, mulai Di pelatihan Perdagangan Keluar Negeri hingga Dukungan pembiayaan Melewati lembaga seperti Lembaga Pembiayaan Perdagangan Keluar Negeri Indonesia (LPEI). Mari bilang, Jalur Digital dan e-commerce juga membuka Potensi Mutakhir Untuk Pelaku Ekonomi Kecil perempuan Sebagai menembus pasar Internasional tanpa harus ekspansi fisik terlebih dahulu.
Ke sisi lain, tantangan tidak hanya datang Di aspek Usaha, tetapi juga lingkungan kerja. Director of Communication, Corporate Affairs and Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus menyoroti pentingnya Dukungan sistem, baik Ke perusahaan maupun Di keluarga. Itu, kata ia, agar perempuan bisa terus produktif dan berkembang sebagai pemimpin.
Ia mencontohkan Keputusan seperti work from anywhere dan fasilitas daycare yang dinilai mampu membantu perempuan tetap aktif bekerja tanpa meninggalkan peran keluarga. Ke Di Itu, Permasalahan kepercayaan diri juga masih menjadi hambatan besar. Banyak perempuan Merasakan impostor syndrome, yakni perasaan tidak pantas berada Ke posisi tertentu meski Memperoleh kemampuan.
“Kadang perempuan merasa tidak cukup layak, padahal Di sudah Ke Tatakan yang sama, justru mereka bisa lebih unggul,” ujar Nurdiana.
Dukungan mentor dan Penyandangdana dinilai penting Sebagai mengatasi hal tersebut. Menurut ia, Penyandangdana tidak harus perempuan, Lantaran kolaborasi lintas gender justru bisa membantu mematahkan stereotip Ke dunia kerja.
Sambil Itu, Wakil Pembantu Ri Koperasi Farida Farichah menilai, tekanan dan Kejuaraan Di karier adalah hal yang tidak bisa dihindari, termasuk Untuk perempuan. Ia menekankan pentingnya tetap bekerja sesuai aturan, Menyediakan yang terbaik, dan membangun komunikasi Di berbagai pihak.
“Di kita bekerja sesuai aturan dan terus membangun relasi, ancaman itu bisa dikelola,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Managing Director Danantara Asset Management, Febriany Eddy. Ia menekankan pentingnya menemukan tujuan atau purpose Di bekerja, bukan sekadar mengejar jabatan.
Ia bilang, ketika seseorang fokus Ke dampak yang dihasilkan Untuk Kelompok, tekanan Di pekerjaan Berencana terasa lebih ringan dan bermakna.
“Ini bukan soal karier saya, tapi soal dampak yang bisa diberikan,” katanya.
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menambahkan, personal branding dan kepercayaan diri menjadi faktor penting agar perempuan bisa bertahan dan berkembang Ke industri yang didominasi laki-laki. Ia juga menekankan pentingnya mentoring, baik formal maupun informal, sebagai cara belajar dan memperluas perspektif.
“Kenali kekuatan diri dan bangun identitas. Itu yang membuat orang lain percaya,” ujarnya.
Di kombinasi peningkatan kapasitas, Dukungan sistem, serta kepercayaan diri, perempuan Indonesia dinilai Memperoleh Potensi besar Sebagai tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga Olahragawan utama Di Perdagangan Antar Negara.
(miq/miq)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Perempuan RI Didorong Naik Kelas, Di Pasar Lokal Hingga Olahragawan Internasional











