loading…
Asuransi Jasindo Merangsang penguatan pengelolaan risiko Ke sektor maritim. FOTO/dok.SindoNews
“Penguatan ekosistem maritim tidak hanya berbicara tentang penambahan armada dan kesiapan infrastruktur, tetapi juga bagaimana seluruh pelaku industri Menyusun diri Berjuang Bersama risiko operasional,” ujar Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana Di keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Jamkrindo Perluas Akses Pembiayaan, 2,6 Juta Dan Menengah Terjamin hingga Agustus 2026
Kementerian Perhubungan Sebelumnya Merangsang kolaborasi Antara pemerintah, operator, industri galangan kapal, pengelola pelabuhan, lembaga pembiayaan, dan penyedia Ilmu Pengetahuan Sebagai memperkuat transportasi laut yang aman, andal, terjangkau, serta berdaya saing. Berdasarkan data pembangunan kapal periode 2024 hingga September 2026, kebutuhan armada nasional hingga 2029 diproyeksikan mencapai Di 15.105 unit, Bersama kebutuhan yang belum terpenuhi Di 9.613 unit.
Jasindo menilai Pembuatan kapasitas armada perlu disertai pengelolaan risiko, mulai Di kerusakan kapal, kehilangan atau kerusakan muatan, hingga tanggung jawab hukum. Risiko tersebut dapat menimbulkan kerugian Perbankan dan mengganggu operasional apabila tidak diantisipasi Melewati mitigasi yang tepat.
Sebagai perusahaan asuransi umum, Jasindo menyediakan sejumlah perlindungan Sebagai sektor maritim, Antara lain Marine Hull Sebagai risiko Yang Berhubungan Bersama kapal, Marine Cargo Sebagai kehilangan atau kerusakan muatan Pada pengangkutan, serta Marine Liability Sebagai risiko tanggung jawab hukum. Perlindungan diberikan sesuai cakupan dan Syarat masing-masing polis.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Perkuat Rantai Pasok Ekspedisi, Jasindo Mitigasi Risiko Kerusakan Kapal dan Kargo











