Market  

Prajogo ‘Gerilya’ Kala Pasar Volatil, Borong Saham BREN Rp11,87 M




Jakarta, CNBC Indonesia – Barito Renewables Energi (BREN) mengungkapkan pengendali perusahaan yang merupakan orang terkaya Ke Indonesia, Prajogo Pengestu, menambah kepemilikan sahamnya Ke emiten energi Mutakhir terbarukan tersebut.

Mengutip keterbukaan informasi, Ke perdagangan hari ini, Selasa (13/1/2025), Prajogo diketahui memborong saham BREN Untuk sepuluh kesempatan yang berbeda. Adapun harga pembelian dilakukan Ke rentang Rp 8.825 per saham hingga Rp 9.025 per saham. Total saham yang dibeli mencapai 1,33 juta lembar Bersama harga rata-rata berada Ke angka Di Rp 8.930 per saham.

Total transaksi pembelian saham BREN Bersama Prajogo hari ini tercatat mencapai Rp 11,86 miliar. Alhasil kepemilikan langsung Prajogo Ke BREN Menimbulkan Kekhawatiran Untuk 0,103% menjadi 0,104%. Sebagai catatan, Prajogo mayoritas menggenggam saham BREN secara tidak langsung lewat Barito Pacific (BRPT) yang mengempit 64,66% saham BREN. 

Adapun seluruh pembelian ini dilakukan secara pribadi Untuk tujuan Penanaman Modal pribadi.

Aksi Penolakan gerilya Prajogo memborong saham BREN terjadi bertepatan Bersama Kebugaran Pasar Saham yang Merasakan volatilitas tinggi Untuk dua hari perdagangan terakhir. Kemarin IHSG sempat tiba-tiba ambruk hingga 2% lebih Sebelumnya pulih dan memangkas koreksi secara signifikan. Sambil hari ini, IHSG yang sempat dibuka cukup tangguh tiba2 terseret Ke zona merah Untuk hitungan menit, Sebelumnya akhirnya kembali ditutup lompat.

Volatilitas pasar ini juga Menyediakan sorotan kepada saham BREN yang menjadi salah satu saham yang paling awal bergerak turun Ke bawah Ke perdagangan kemarin. Saham BREN yang merupakan emiten Bersama kapitalisasi pasar terbesar Ke BEI ikut menyeret kinerja indeks secara signifikan.

Ke perdagangan hari ini, pergerakan saham BREN relatif lebih stabil jika dibandingkan sejumlah saham lain yang ikut bergerak volatil kemarin, termasuk saham-saham Grup Bakrie.

Saham BREN Ke posisi terendah Ke perdagangan hari ini terkoreksi 3,88% Ke Rp 8.650 per saham, Tetapi mampu ditutup menguat 2,22% Ke Rp 9.200 per saham.

Volatilitas IHSG

Adapun Yang Terkait Bersama volatilitas tinggi yang Untuk terjadi Ke pasar, sejumlah analis mengungkapkan sejumlah alasan mengapa hal tersebut terjadi.

Head of Research Ritel MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, pergerakan IHSG kali ini dibebani Bersama tiga sektor utama.

“Pergerakan IHSG masih rawan terkoreksi terlebih dahulu dan pergerakan IHSG dibebani Bersama sektor energi, infrastruktur dan consumer cyclical,” ungkap herditya kepada CNBC Indonesia, Selasa, (13/1/2026).

Ia pun Mengantisipasi adanya Aksi Penolakan ambil untung atau profit taking Untuk para investor apabila mencermati pergerakan sektor energi yg menguat signifikan.

“Ke sisi lain, secara makro Kurs Mata Uang Uang Negara Indonesia cenderung melemah Pada USD dan juga terdapat penguatan harga emas dunia,” lanjutnya.

Asal tahu saja, Di perdagangan intraday hari ini, Asing tercatat membukukan pembelian Rp 5,7 triliun dan melakukan Aksi Penolakan jual senilai Rp 4,4 triliun, Supaya net foreign buy sesi 1 hari ini mencapai Rp 1,3 triliun.

Saham bank dan Barang Dagangan mendominasi Untuk daftar 10 saham Bersama net buy Asing terbesar. Tetapi posisi teratas dihuni Bersama Astra (ASII) yang mencatat net foreign buy Rp 149,3 miliar.

Sesudah Itu diikuti Bersama Alamtri Resources (ADRO) Rp 146,8 miliar, Merdeka Battery Materials (MBMA) Rp 135,4 miliar, dan Vale Indonesia (INCO) Rp 130,3 miliar.

Ke sisi lain, Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama Kiswoyo Adi Joe melihat pergerakan IHSG ini merupakan hal wajar Ke Ditengah pergolakan pasar.

“IHSG kan buat new high. Setiap kali buat new high Mutakhir IHSG pasti Akansegera ada koreksinya,” pungkas Kiswoyo.

Diketahui, IHSG telah mencapai All Time High (ATH) sebanyak 24 kali Ke tahun 2025. Terakhir, IHSG kembali mencapai Catatan Ke perdagangan Selasa (6/1/2026), naik 74,42 Nilai atau lompat 0,84% Ke level8.933,61 Ke akhir perdagangan sesi kedua.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Prajogo ‘Gerilya’ Kala Pasar Volatil, Borong Saham BREN Rp11,87 M