Raja Arab Saudi Ini Tewas Ditembak Pangeran, Diduga Pelaku Dihasut AS




Naskah ini merupakan Dibagian Didalam CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Sebagai menjelaskan Kebugaran masa kini lewat relevansinya Di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Dugaan keberadaan infiltrasi intel Israel atau Amerika Serikat (AS) Di lingkaran kekuasaan Bangsa Arab pernah menghangat Di Arab Saudi. Kejadiannya ini terjadi Di 25 Maret 1975, tepat 51 tahun lalu, ketika Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Aziz Al Saud ditembak mati Di Istana Raja, Riyadh, Dari keponakannya sendiri, yakni Pangeran Faisal bin Musaid.

Pangeran Musaid menembak mati pamannya Di pukul 10.32 waktu setempat ketika menyambut delegasi Kuwait. Tembakan mengenai kepala hingga membuat sang raja langsung tumbang bersimbah darah. Di dibawa Di Puskesmas, nyawanya tak tertolong.

Menurut laporan New York Times (31 Maret 1975), Di terjadi penembakan, muncul dugaan Faisal Memiliki kelainan mental alias tidak waras. Akan Tetapi, dugaan ini dibantah pemerintah yang menyebut dia sehat secara mental. Hanya saja, punya rekam jejak buruk. 

Menurut autobiografi berjudul King Faisal: Personality, Faith and Times (2016), Faisal bin Musaid dikenal nakal dan pernah tinggal Di AS. Di sana dia terlibat perdagangan Terapi terlarang, menggunakan narkotika dan alkohol, serta kerap berkelahi. Meski demikian, setiap kali bermasalah Didalam hukum, Kerajaan Saudi selalu melindunginya.

Akibat tindakan ini, Pangeran Musaid dihukum pancung Di 8 Juni 1975. Sayang, kematiannya tidak membuka motif Merenggut Nyawa Sebab dirahasiakan pemerintah. Alhasil, berbagai teori konspirasi pun bermunculan. 

Teori konspirasi paling populer adalah dugaan konspirasi Pangeran Musaid Didalam AS. Di dokumen rahasia yang dirilis Di 2007, Badan Intel Amerika (Central Intelligence Agency, CIA) sendiri Menginformasikan teori ini sebagai salah satu hipotesis kuat penyebab Merenggut Nyawa. Menurut CIA, Pangeran Musaid dihasut Dari AS.

“Beberapa mengajukan hipotesis bahwa raja dibunuh atas hasutan Amerika yang tidak puas Didalam kebijakannya Di masalah penyelesaian Timur Didekat dan sikap dingin Di Amerika Serikat,” ungkap CIA. 

Investigasi Daily News Di itu juga Menginformasikan hal sama. Bahwa kematian Raja Faisal Yang Berhubungan Didalam konspirasi AS dan rumor keterlibatan Intel Israel. Semasa berkuasa, Raja Faisal Dari Sebab Itu figur yang aktif menentang Israel dan AS. Dia tak senang atas sikap kedua Bangsa itu Di Palestina. Dia ingin Palestina merdeka sepenuhnya. 

Salah satu sikap pentingnya adalah ketika Arab Saudi dan Bangsa Arab pengekspor Energi lain melakukan embargo Energi Di Israel dan Bangsa Barat pendukungnya Di 1973. Dampaknya, AS dan Bangsa Barat lumpuh, Kendaraan Pribadi tak bisa beroperasi, dan industri terhenti Di berbulan-bulan.

Menurut Rachel Bronson Di Thicker Than Oil: America’s Uneasy Partnership with Saudi Arabia (2006), Kebugaran ini membuat Raja Faisal menjadi target Merenggut Nyawa Dari Musaid. Terlebih, muncul fakta Mutakhir kalau kekasih Musaid, Christine Surma, diduga kuat sebagai aset Mossad.

Di Di Itu, muncul pula dugaan lain seperti balas dendam atas kematian saudara laki-lakinya Di 1966. Meski begitu, hipotesis ini sulit dibuktikan sebab pemerintah memilih merahasiakan motif Merenggut Nyawa.  

(mfa/mfa)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Raja Arab Saudi Ini Tewas Ditembak Pangeran, Diduga Pelaku Dihasut AS

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/