Jakarta, CNBC Indonesia – Beragam bentuk Mengelabui Orang Lain Lebihterus banyak memakan korban. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 432.637 laporan pengaduan Bersama Komunitas yang telah dihimpun Bersama Indonesia Anti Scam Center (IASC) per 14 Januari 2026.
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Pembelajaran dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi memaparkan, OJK telah memblokir lebih Bersama 397.000 rekening lebih.
“Ada Rp 9,1 triliun dana Komunitas yang dilaporkan hilang terkena scam ini, Ke mana IASC berhasil memblokir atau menyelamatkan dana sebanyak Rp 432 miliar,” ujarnya Untuk Diskusi kerja Bersama Komisi XI Ke Gedung Lembaga Legis Latif RI Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Wanita yang akrab disapa Kiki ini melanjutkan, sebaran laporan scam tertinggi berasal Bersama Pulau Jawa yang masih mendominasi lebih Bersama 303.000 laporan. “Diikuti Dari Sumatera dan seterusnya,” imbuhnya.
Adapun modus scam yang dilaporkan beragam, mulai Bersama Mengelabui Orang Lain transaksi belanja Bersama 73.000 laporan, yang diikuti panggilan palsu, Mengelabui Orang Lain Penanaman Modal, Mengelabui Orang Lain kerja, dan Mengelabui Orang Lain Bersama iming-iming hadiah.
Mengingat tingginya perkembangan Mengelabui Orang Lain koan tersebut, kata Kiki, OJK sangat menghargai Pemberian Bersama seluruh stakeholder dan Komunitas Yang Berhubungan Bersama berantas scam dan Kegiatan pinjol ilegal.
Ke sisi lain, OJK mengaku, ada tantangan tersendiri Untuk penanganan scam ini, Ditengah lain lonjakan jumlah pengaduan yang mencapai Disekitar 1.000 laporan per hari atau 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan Bangsa-Bangsa lain.
“Yang kita juga melakukan koordinasi dan kerjasama Bersama Bangsa-Bangsa lain itu jumlahnya tidak sebanyak yang ada Ke Indonesia. Mungkin Saja per hari 150 laporan, 300, 400, tapi Ke Indonesia bisa sampai seribu laporan per hari,” sebutnya.
Menurutnya, ini Menunjukkan tingginya eskalasi kejahatan Mengelabui Orang Lain Ke Ditengah Komunitas Indonesia. Tantangan ini diperberat Dari fakta bahwa sebagian besar laporan atau Disekitar 80% laporan Terbaru disampaikan lebih Bersama 12 jam Setelahnya kejadian. Sambil Itu Untuk praktiknya, dana hasil Mengelabui Orang Lain dapat berpindah tangan dan keluar Bersama rekening korban Untuk waktu kurang Bersama 1 jam.
“Kesenjangan waktu inilah yang menjadi faktor krusial Untuk menentukan apakah dana korban masih dapat diselamatkan atau tidak,” imbuhnya.
Ke sisi lain, pola pelarian dana juga Lebihterus kompleks, juga menjadi tantangan tersendiri. Jika dulu hanya berputar Ke sektor perbankan saja, Di ini dana korban tidak hanya berhenti Ke satu rekening bank, tetapi Bersama cepat dialihkan Hingga berbagai instrumen dan ekosistem digital.
“Mulai Bersama rekening Ke bank lain, Portemonnee elektronik, aset kripto, emas digital, hingga platform Pasar Online dan aset keuangan digital lainnya. Situasi ini menuntut peningkatan Kecepatanakses pembelokiran lintas sistem, lintas pelaku industri, dan juga lintas sektor,” tutupnya.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Ribuan Warga RI Karena Itu Korban Mengelabui Orang Lain, Duit Rp91 Triliun Lenyap











