Sumur Migas Terbaru Ditemukan Hingga Depok, Warga Bak Dapat Durian Runtuh




Jakarta, CNBC Indonesia – Hingga Di hiruk-pikuk perkembangan Kota Depok, Jawa Barat, tak banyak orang mengetahui bahwa kawasan ini pernah dihebohkan Bersama penemuan sumber Migas Terbaru. Lokasinya berada Hingga Area Gandul, yang Di itu masih didominasi permukiman warga dan lahan kosong, serta berada Hingga Area administrasi Kabupaten Bogor. 

Peristiwa ini terjadi Di 1973. Berdasarkan laporan harian Abadi (29 Agustus 1973), penemuan tersebut bermula Di survei dan Eksperimen yang dilakukan Bersama Pertamina. Hasil Pendalaman awal Menunjukkan Hingga bawah kawasan Gandul terdapat kandungan Migas dan gas bumi.

Temuan itu membuat Pertamina bersiap melakukan langkah lanjutan. Perusahaan pelat merah tersebut berencana membeli lahan warga Untuk kepentingan Pembaruan proyek energi. Setidaknya Disekitar 20 hektare tanah direncanakan Akansegera dibebaskan Untuk berbagai kebutuhan pendukung kegiatan Pendalaman.

“Di hubungan ini, pemerintah Area kini Di Melakukan penyelesaian tanah seluas 20 ha yang diperlukan peruntukkan perumahan, instansi, dan lainnya,” ungkap koran Abadi.

Wacana awalnya, penggarapan Akansegera dimulai Di Desember 1973. Tetapi Sebelumnya proyek benar-benar berjalan, kabar mengenai adanya cadangan Migas Hingga bawah tanah warga lebih dulu menyebar luas. Informasi tersebut membuat harga tanah Hingga kawasan itu melonjak tajam Di waktu singkat.

Foto: Rifkianto Nugroho
Buih-buih keluar Di air yang berada Di sumur Hingga Kawasan Sawangan, Depok, Kamis (26/12/2024).

Menurut koran Abadi (31 Juli 1973), harga tanah yang semula berada Hingga kisaran Rp450 hingga Rp550 per meter persegi mendadak melambung hingga Disekitar Rp2.000 per meter persegi. Lonjakan harga ini tidak lepas Di peran para calo tanah yang memanfaatkan situasi.

“Mereka telah berhasil membujuk rakyat pemilik tanah sebanyak 45 orang,” ungkap koran tersebut.

Meski sempat muncul praktik percaloan, Pertamina tetap melanjutkan proses pembelian lahan warga Bersama harga yang Dikatakan wajar. Langkah itu diambil Sebab perusahaan Memperoleh target waktu Untuk memulai pengeboran Di akhir tahun tersebut. Di sisi lain, para warga yang lahannya diberi sudah pasti kaya raya mendadak bak dapat durian runtuh.

Tetapi, ketika tahap Pendalaman Lebih Jelas dilakukan Di Desember 1973, hasilnya tidak sesuai harapan. Volume Migas dan gas bumi yang ditemukan ternyata sangat kecil. Jika pengeboran tetap dilanjutkan, biaya operasional diperkirakan jauh lebih besar dibanding potensi keuntungan yang diperoleh.

Atas alasan tersebut, proyek eksploitasi Migas akhirnya tidak diteruskan. Lahan yang telanjur dibeli Sesudah Itu dialihkan fungsinya menjadi kompleks perumahan Untuk pegawai Pertamina.

Meski demikian, jejak cerita sumur Migas Hingga Gandul dan Sawangan masih dapat ditemukan hingga kini. Di laporan Detik.com disebutkan, sumur tersebut masih Menerbitkan buih dan Migas hingga sekarang. Hingga sekitarnya juga tercium bau belerang yang berasal Di gas yang keluar Di Di tanah.

Warga setempat menyebut lokasi itu sebagai banyu mudal. Di bahasa Jawa, banyu berarti air, sedangkan mudal berarti melimpah. Selain menjadi objek yang Memikat perhatian, sebagian orang juga menjadikannya tempat Terapi alternatif maupun lokasi petilasan Untuk memohon rezeki dan jodoh.

(mfa)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Sumur Migas Terbaru Ditemukan Hingga Depok, Warga Bak Dapat Durian Runtuh

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/