Jakarta, CNBC Indonesia – Harga Energi mentah dunia berbalik menguat Di perdagangan Senin (12/10/2026), Sesudah sempat tertekan Ke awal sesi. Kenaikan terjadi meski Kepala Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump Memperkenalkan “gencatan energi” Antara Rusia dan Ukraina yang Berpotensi Sebagai menambah pasokan Ke pasar Internasional.
Kesepakatan berjangka Energi Brent Sebagai pengiriman Desember naik 0,92% Ke level US$105,68 per barel. Di Pada Yang Sama, Energi West Texas Intermediate (WTI) Sebagai Kesepakatan November menguat 0,95% Ke posisi US$92,72 per barel. Sebelumnya Itu, kedua acuan harga Energi tersebut sempat terkoreksi Di 1,5% Ke awal perdagangan.
Lewat pernyataan Ke media sosial Di Minggu waktu AS, Trump menyebut gencatan energi Di Konflik Bersenjata Rusia-Ukraina berlaku segera dan telah disepakati kedua belah pihak. Ia juga meminta agar kesepakatan itu tidak dilanggar.
Tetapi, harga Energi justru berbalik naik Sesudah Kepala Negara Ukraina Volodymyr Zelenskyy Mendukung gencatan tersebut, sembari mengingatkan bahwa Moskow juga harus menjalankan komitmen serupa. Pernyataan ini memunculkan keraguan pasar soal efektivitas kesepakatan tersebut.
Sebelumnya Itu, Kemungkinan masuknya lebih banyak pasokan energi Rusia Ke pasar Internasional juga sempat Meresahkan. Di Jumat pekan lalu, Trump mengatakan Rusia Berencana memasok lebih Di 4 juta ton solar Ke pasar Internasional berdasarkan kesepakatan yang ia capai Di Kepala Negara Rusia Vladimir Putin Lewat sambungan telepon.
Tensi Timur Di Kembali Memanas
Ke sisi lain, ketegangan Ke Timur Di terus membayangi pasar. Di Senin pagi, Kerja Sama Politik pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi Ke Yaman, yang didukung Iran, Mengungkapkan Di Berusaha Mengatasi gelombang Mutakhir serangan drone dan rudal yang menyasar Area Arab Saudi.
Perkembangan ini terjadi Sesudah Pembantu Presiden Pembantu Presiden Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menghubungi Pembantu Presiden Pembantu Presiden Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah Sebagai Merundingkan eskalasi terbaru Ke kawasan serta upaya meredakannya, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Arab Saudi.
Mengutip laporan Al Jazeera, Araghchi menyampaikan bahwa Iran siap membantu membuka jalan Untuk dimulainya dialog Antara Arab Saudi dan kelompok Houthi.
Badai Isaias Ancam Pasokan AS
Harga Energi diperkirakan masih Berencana bergerak fluktuatif Di jangka pendek, seiring berlanjutnya konflik AS-Iran. Samping Itu, dampak Badai Isaias Pada produsen energi Ke AS juga Berpotensi Sebagai mengganggu pasokan.
Di catatannya Di Senin, UOB menilai tekanan Fluktuasi Harga Energi masih bisa berlanjut. Pasalnya, Badai Isaias telah menguat menjadi badai Kategori 3 Di Kecepatanakses angin mencapai 120 mil per jam (Di 193 km/jam) Pada mendekati Pantai Teluk AS, Agar memaksa produsen energi memangkas produksi lepas pantai.
UOB juga menyoroti serangan rudal Houthi Ke bandara Riyadh, Arab Saudi, Di Sabtu lalu yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih Di 300 orang. Menurut UOB, insiden tersebut telah secara signifikan Memperbaiki premi risiko Hubungan Dunia Timur Di Ke pasar Energi.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Energi Malah Naik











