Indonesia Bakal Setop Produk Impor Solar per Semester II 2026, Begini Penjelasan Bahlil

loading…

Pembantu Presiden Pembantu Presiden ESDM, Bahlil Lahadalia menargetkan, Indonesia tidak lagi melakukan Produk Impor solar mulai semester II 2026. Foto/Dok

JAKARTA – Pembantu Presiden Pembantu Presiden Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menargetkan, Indonesia tidak lagi melakukan Produk Impor solar mulai semester II 2026. Hal ini seiring peningkatan produksi Di negeri dan optimalisasi Inisiatif mandatori biodiesel.

Bahlil mengatakan, atas arahan Kepala Negara Prabowo Subianto, kebutuhan solar nasional Hingga Di Berencana dipenuhi Di produksi Di negeri yang diperkuat Bersama implementasi campuran biodiesel B40 dan peningkatan Di B60. Baca Juga: Bahlil Ke Di Prabowo: Bagi Merah Putih, Jangankan Harta, Nyawa Pun Kita Kasih

“Sambil Bagi solar, alhamdulillah atas perintah Bapak Kepala Negara, mulai sekarang ini kita bicara, tidak ada lagi Produk Impor solar. Lantaran kebutuhan solar kita totalnya Di 38 juta kiloliter,” ujar Bahlil Di peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan , Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, Bersama penerapan B40 dan peningkatan bauran Di B60, pasokan solar Di negeri bertambah hampir 5 juta kiloliter. Bersama Situasi tersebut, sisa Produk Impor solar yang Sebelumnya masih Di 5 juta kiloliter kini telah tertutupi, Malahan terjadi surplus Di 1,4 juta kiloliter.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Indonesia Bakal Setop Produk Impor Solar per Semester II 2026, Begini Penjelasan Bahlil