loading…
Zhu Rongji, Perdana Pembantu Pemimpin Negara (PM) China periode 1998–2003 dikenal sebagai arsitek reformasi ekonomi Tiongkok meninggal dunia. FOTO/Reuters
“Mantan pemimpin senior itu meninggal Di Beijing Di Rabu pagi Setelahnya Perawatan Medis medis gagal menyelamatkannya,” lapor Kantor Berita Xinhua Di Obituari Resmi yang dirilis Partai Komunis China dikutip Di CNN, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Rudal AI China Bisa Deteksi Jejak Panas Jet Tempur Siluman, F-22 dan F-35 AS Tak Lagi Aman
Pada lebih Di satu dekade memegang kendali Aturan ekonomi, Dari awal 1990-an sebagai wakil perdana Pembantu Pemimpin Negara hingga menjadi perdana Pembantu Pemimpin Negara Di bawah Pemimpin Negara Jiang Zemin, Zhu dikenal sebagai teknokrat tangguh yang tak gentar Memutuskan keputusan sulit.
Ia berhasil memerangi Kenaikan Penurunan Nilai Mata Uang Dan Jasa tinggi, merombak sistem Kurs Matauang, dan menyelamatkan ekonomi China Di badai krisis Perbankan Asia 1997 meski reformasinya menuai Perdebatan Lantaran memangkas jutaan pegawai perusahaan milik Negeri.
Salah satu pencapaian terbesar Zhu adalah memimpin Perundingan masuknya China Ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Di 2001 sebagai langkah yang Disorot sebagai titik balik integrasi China Ke ekonomi Dunia.
“Tidak peduli apakah ada ranjau atau jurang Di Didepan saya, saya Akansegera maju tanpa ragu dan berbuat sebaik-baiknya hingga ajal menjemput,” ucap Zhu Di konferensi pers 1998 usai dilantik sebagai perdana Pembantu Pemimpin Negara, pernyataan yang Lalu menjadi ikon ketegasannya.
Lahir Di Provinsi Hunan, Zhu lulus Di Universitas Tsinghua Di gelar Cara elektro dan memulai karier Di badan Perancangan Negeri, Sebelumnya karirnya sempat terganggu akibat gejolak politik era Mao Zedong.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: China Kehilangan ‘Tangan Besi’ Ekonomi, Zhu Rongji Meninggal Dunia











