Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah fakta Terbaru mencuat Untuk dokumen-dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) Yang Berhubungan Di kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Salah satu temuan adalah obsesinya membangun apa yang disebut sebagai “pabrik bayi” atau gagasan ekstrem Sebagai menciptakan manusia Di Mutu tertentu Lewat rekayasa genetika, Ilmu Pengetahuan reproduksi, Justru kecerdasan buatan.
Mengutip The Guardian, Epstein disebut ingin menghasilkan generasi manusia Terbaru yang Memiliki DNA miliknya sendiri. Wacana itu diduga Berencana dijalankan Di cara menghamili sejumlah perempuan Ke sebuah peternakan miliknya Ke New Mexico. Gagasan tersebut menempatkan tubuh perempuan semata sebagai alat reproduksi, sekaligus menghapus sepenuhnya unsur persetujuan yang setara.
Ide Epstein sebenarnya bukan sesuatu hal Terbaru. Hal serupa pernah dijalankan secara sistematis Di Jerman Ke era Nazi Ke bawah kepemimpinan Adolf Hitler. Untuk Tindak Kejahatan ini, obsesi Pada “manusia unggul” bukan sekadar wacana, melainkan Aturan Negeri yang berdampak nyata dan brutal.
Menurut United States Holocaust Museum, Ke 1935, rezim Nazi melembagakan obsesi tersebut Lewat Langkah Lebensborn, yang didirikan Di organisasi elite Schutzstaffel (SS) Ke bawah pimpinan Heinrich Himmler. Langkah ini bertujuan Memperbaiki Penduduk Dunia Jerman “Arya” yang Disorot sehat, kuat, dan murni secara rasial. Istilah Lebensborn sendiri berarti “Sumber Kehidupan”.
Untuk Kajian ““Hitler and ‘Lebensraum’ in The East“, tujuan Lebensborn sejalan Di pandangan Hitler bahwa ras Arya, yang dilekatkan Ke orang-orang Jerman, Disorot lebih tinggi dan superior dibanding ras lain, khususnya penduduk Eropa Timur seperti Polandia. Ideologi ini menganggap manusia tidak setara Dari lahir.
Sifat-sifat seperti kesetiaan, keberanian, dan kecerdasan diyakini bisa “diproduksi” lewat perkembangbiakan selektif. Artinya Untuk pandangan Hitler, manusia hanya sebatas Produk Internasional biologis.
Mengutip paparan Master race: the Lebensborn experiment in Nazi Germany (1995) Ke tahap awal, Langkah Lebensborn diarahkan Sebagai memperbanyak keturunan anggota SS. Heinrich Himmler meyakini anggota SS merupakan elite biologis bangsa Jerman yang harus menjadi sumber lahirnya generasi masa Didepan. Atas dasar itu, mereka didorong Sebagai Memiliki sebanyak Bisa Jadi anak, tetapi bukan sebagai pilihan pribadi, melainkan sebagai Dibagian Untuk tugas ideologis.
Untuk logika Nazi, Lebihterus banyak anak yang lahir Untuk darah “terpilih”, Lebihterus besar Kemungkinan terciptanya generasi yang Disorot unggul secara rasial. Untuk alasan ini, pelaksanaannya pun sangat ketat. Perempuan dan laki-laki yang terlibat diwajibkan membuktikan garis keturunan “Arya” hingga beberapa generasi. Riwayat Kesejajaran pribadi dan keluarga disaring secara menyeluruh. Siapa pun yang Disorot Memiliki cacat fisik, mental, atau riwayat gangguan kejiwaan otomatis tersingkir.
Ke Di Itu, Lebensborn juga menyasar perempuan “Arya” yang hamil Ke luar nikah Di janji Pemberian Perbankan dan layanan adopsi. Tetapi seiring berjalannya waktu, para perempuan tersebut perlahan kehilangan kendali atas anak-anak mereka sendiri. Untuk banyak Tindak Kejahatan, Negeri Membahas alih perwalian dan menentukan masa Didepan anak tersebut. Justru terdapat praktik pemaksaan kehamilan Untuk laki-laki yang telah diseleksi dan Disorot Memiliki “Mutu rasial” sesuai standar Nazi.
Memasuki fase Pertempuran Dunia II, Lebensborn berkembang menjadi jauh lebih brutal. Anak-anak Untuk Area pendudukan Nazi diculik dan dipisahkan secara paksa Untuk orang tuanya. Mereka Lalu diuji berdasarkan kriteria rasial. Anak-anak yang Disorot memenuhi standar “Arya” Berencana “dijermanisasi”. Mereka Berencana berganti nama, bahasa dan identitas asli, serta dipaksa tumbuh sebagai warga Jerman. Ke Pada Yang Sama, mereka yang tidak lolos seleksi kerap dikirim Ke kamp atau dibiarkan mati.
Sampai akhirnya, Langkah ini berakhir seiring keruntuhan Hitler dan berakhir Pertempuran Dunia II. Meski begitu, Langkah ini membuat satu generasi anak-anak terputus Untuk keluarganya sendiri. Tercatat ada 10.000 anak hasil Lebensborn yang bernasib malang.
(mfa/sef)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Epstein Tiru Hitler Bangun Pabrik Bayi Hasilkan Manusia Unggul











