Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar aset digital kerap dipandang sebagai ekosistem yang liar dan sulit diprediksi secara akurat. Kendati demikian, Bagi para analis yang tekun membedah rekam jejak historis Untuk sepuluh tahun terakhir, terlihat adanya siklus tahunan yang bergerak sangat presisi.
Trend Populer yang paling menonjol dan secara konsisten mendominasi diskusi Di lantai bursa dunia adalah “Efek Tahun Terbaru Imlek” atau Chinese New Year Effect.
Menjelang tahun 2026, industri kripto Untuk bersiap menyambut fase yang sangat krusial: Tahun Kuda Api. Momentum Imlek yang jatuh Di 17 Februari 2026 ini melampaui sekadar seremoni Kebiasaan; Bagi komunitas investor, ini merupakan indikator kuat arah harga Bitcoin yang dibentuk Dari perpaduan Di arus kas ritel, kebiasaan kultural, serta dinamika makroekonomi Internasional.
Membedah Mekanisme Pasar: Mengapa Harga Bitcoin Naik Pada Imlek?
Banyak yang mempertanyakan mengapa Perayaan Seni Kebiasaan Global Asia (Imlek) dapat memengaruhi pasar aset digital Internasional. Alasannya adalah dominasi Tiongkok Di ekosistem crypto. Kendati ada larangan, Tiongkok diperkirakan Memiliki Penduduk Dunia pemegang crypto terbesar kedua Di dunia, yaitu Disekitar 78 juta orang (5,5% Penduduk Dunia) Di 2024-2025.
1. Siklus Likuiditas: Trend Populer “Angpao” dan Tekanan Jual Pra-Hari Raya
Secara historis, harga Bitcoin cenderung Merasakan koreksi atau stagnasi Disekitar 2 hingga 4 minggu Sebelumnya hari H Imlek. Mengapa hal ini terjadi secara berulang? Penjelasannya sangat manusiawi: Kebutuhan uang tunai.
Menurut Jason Gozali, Head of Research Pluang, Imlek adalah waktu Bagi Komunitas Di Asia Sebagai melakukan Mobilitas Penduduk manusia terbesar Di dunia Untuk berkumpul Bersama keluarga. Perayaan ini membutuhkan biaya besar Sebagai transportasi, jamuan makan, dan Kebiasaan Memberi “Angpao” (amplop merah berisi uang tunai).
Sebagai membiayai pengeluaran masif ini, banyak investor ritel dan whales Di Asia melakukan Protes jual (cash out) Untuk portofolio Bitcoin mereka Hingga Kurs Matauang fiat. Tekanan jual inilah yang sering kali membuat pasar terlihat “merah” Di akhir Januari hingga awal Februari.
2. Efek Jaringan (Network Effect) dan “Duit Terbaru”
Sesudah perayaan dimulai, dinamika berubah secara drastis. Tekanan jual mereda Sebab Komunitas mulai menikmati libur panjang delapan hari (15-23 Februari 2026). Di sinilah “Efek Jaringan” bekerja. Momen kumpul keluarga menjadi tempat diskusi mengenai masa Di keuangan dan Penanaman Modal.
Menurut firma Matrixport, Bitcoin sebagai Kurs Matauang berbasis jaringan sangat bergantung Di perluasan basis User. Ketika jutaan orang pulang kampung dan bercerita tentang keuntungan Penanaman Modal mereka, minat beli Terbaru muncul. Dana sisa Untuk perayaan, bonus tahunan, atau Justru uang Angpao yang terkumpul sering kali Datang kembali Hingga pasar, memicu Perawatan harga Bitcoin kembali Hingga level $100.000.
Data Historis: Bukti Angka Untuk 2015 hingga 2025
Jika kita melihat data yang dicatat Dari Pluang Research, statistik Menunjukkan tingkat Prestasi yang sangat tinggi. Dari tahun 2015, strategi membeli Bitcoin tiga hari Sebelumnya Imlek dan menjualnya sepuluh hari Sesudah perayaan telah Memberi hasil yang mencengangkan:
-
Rata-rata ROI: 11% hanya Untuk periode kepemilikan dua minggu.
-
Tingkat Prestasi (Hit Ratio): 83% (berhasil Untuk 11 Untuk 12 tahun terakhir).
-
Studi Tindak Kejahatan 2024: Di awal tahun 2024, harga Bitcoin sempat jatuh Hingga kisaran $38.000 Di akhir Januari akibat Protes ambil untung pra-Imlek. Tetapi, tepat tiga hari Sebelumnya hari H (6 Februari), Bitcoin mulai merangkak naik. Hasilnya? Sepuluh hari Sesudah perayaan berakhir (27 Februari), harga Bitcoin melonjak hingga $56.650-sebuah kenaikan sebesar 33%.
Angka-angka ini membuktikan bahwa Kendati pasar crypto sangat volatil, ada pola musiman yang didorong Dari perilaku manusia yang dapat diprediksi.
Faktor Penentu 2026: Di Kuda Api dan Pengaruh FOMC
Tahun 2026 membawa dinamika tambahan yang lebih kompleks. Perayaan Imlek tahun ini jatuh Di Di-Di ketidakpastian Keputusan ekonomi Amerika Serikat Melewati Pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee).
Dilema Suku Bunga dan Likuiditas
Pertemuan FOMC Di awal tahun 2026 Akansegera menjadi Kunci. Jika Federal Reserve memutuskan Sebagai mempertahankan atau Justru menurunkan suku bunga (Keputusan dovish), likuiditas Internasional Akansegera melimpah. Likuiditas inilah yang menjadi “bahan bakar” utama Bagi Bitcoin Sebagai melaju kencang pasca-Imlek. Tetapi, jika FOMC bersikap hawkish Sebab kekhawatiran Ketidakstabilan Ekonomi, kenaikan musiman Imlek Bisa Jadi Akansegera tertahan.
Investor harus jeli melihat sinkronisasi Di sentimen ritel Asia (Imlek) dan sentimen institusi Amerika (FOMC). Jika keduanya bergerak searah, kita Bisa Jadi Akansegera melihat harga Bitcoin menembus level tertinggi Terbaru sepanjang masa.
Simbolisme Kuda Api 2026
Untuk astrologi Tiongkok, Kuda Api melambangkan energi yang tak terbendung, Kecepatanakses, dan keberanian Sebagai Memutuskan risiko. Untuk konteks Perbankan, tahun ini sering dikaitkan Bersama pergerakan pasar yang cepat dan eksplosif. Bersama harga Bitcoin yang Pada ini (Februari 2026) Di range ~$77.885, diproyeksikan Akansegera rebound dan membawa Bitcoin kembali Ke $100.000.
Mengapa Larangan Di Tiongkok Tidak Lagi Menakutkan?
Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa pengetatan regulasi Di Tiongkok Akansegera mengakhiri efek Imlek ini. Tetapi, faktanya perdagangan tetap berjalan masif Melewati Tatakan Over-the-Counter (OTC). Tiongkok juga memegang 84% Untuk seluruh Inisiatif paten Digital Rantai Blok dunia, yang Menunjukkan bahwa mereka tidak meninggalkan Ilmu Pengetahuan ini, melainkan Untuk merumuskan cara mengaturnya.
Di Di Itu, Bitcoin telah bertransformasi menjadi aset makro Internasional. Adopsi institusional Di Amerika Serikat Melewati ETF Bitcoin Spot telah menciptakan lantai harga yang lebih kokoh. Karena Itu, Kendati pemicunya adalah Kebiasaan Di Asia (Imlek), dampak kenaikannya dirasakan Di seluruh bursa dunia, Untuk Jakarta hingga New York.
Memaksimalkan Profit Di Inisiatif Pluang
-
Most Complete Trading App: Akses Hingga 2.000+ aset secara instan. Anda bisa Menyita momentum Di Bursa Efek Indonesia sekaligus melakukan positioning Di pasar Internasional (NYSE, Nasdaq) hanya Untuk satu Inisiatif.
-
Most Competitive Spread & USDT: Esensial Bagi scalper dan day trader Sebagai meminimalkan cost of trading dan memaksimalkan profitabilitas bersih.
-
Trade with Aura AI: Memanfaatkan kecerdasan buatan Sebagai analisis sentimen dan identifikasi sinyal pasar secara real-time.
-
High Leverage Options: Tersedia 25x Leverage Di Crypto Futures dan 4x Leverage Di AI Stocks yang dapat ditradingkan 24 jam.
-
Advanced Derivatives: Pemberian Sebagai US Stocks Options (Long & Short), memungkinkan strategi hedging atau spekulasi volatilitas tingkat lanjut.
-
Akses Internasional: Memungkinkan pembelian Saham AS (seperti Apple, Nvidia) dan indeks S&P 500.
-
Multi-Aset: Anda bisa menyeimbangkan portofolio saham Bersama Emas Digital (aset safe haven) atau Crypto (aset Kemajuan tinggi) tanpa perlu berpindah Inisiatif.
-
Perlindungan Terjamin: Dana disimpan terpisah Di bank kustodian berizin, diawasi regulator, dan data dilindungi enkripsi standar internasional.
-
Fitur Pendukung: Dilengkapi Pocket, sinyal trading, dan berita pasar terkini Sebagai mendukung keputusan Penanaman Modal Anda.
Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital berizin dan diawasi Dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat Di Central Perbankan X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI).
Apakah Sejarah Akansegera Berulang?
Penanaman Modal memang tidak menjanjikan kepastian, Tetapi membuang data statistik yang punya tingkat akurasi hingga 83% adalah kerugian besar Bagi siapa pun yang ingin cuan. Korelasi Di harga Bitcoin dan siklus Imlek adalah jembatan unik Di kearifan lokal masa lalu Bersama Ilmu Pengetahuan Perbankan masa Di.
Memasuki 2026, tersedia tiga Kemungkinan emas: dorongan beli Untuk jutaan warga Asia pasca-libur delapan hari, Keputusan suku bunga FOMC yang Untuk dinanti dunia, serta semangat Kuda Api yang membawa keberanian luar biasa Bagi pasar.
Khusus User Pluang, rahasia sukses tahun ini adalah tindakan nyata. Manfaatkan momentum harga murah Di awal Februari Sebagai mengumpulkan aset, pantau dinamika FOMC Melewati fitur berita Di Inisiatif, dan saksikan portofolio Anda mulai “menghijau” selaras Bersama datangnya kemakmuran Di Tahun Terbaru Imlek yang penuh energi ini.
Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi Untuk artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan Sebagai membeli atau menjual aset tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada Di tangan masing-masing investor sesuai Bersama profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Kunci Profit Untuk Efek Imlek & Keputusan The Fed











