Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah Negeri sampai mengubah aturan hukumnya sendiri Untuk membebaskan satu orang Di kewajiban Pph. Sosok itu adalah Adolf Hitler, Kanselir Jerman periode 1933-1945, yang tercatat sebagai satu-satunya manusia Di sejarah modern yang hidup sah tanpa membayar Pph seumur hidupnya.
Keputusan tersebut bukan terjadi Sebab kekurangan harta. Justru Sebagai Alternatif, Hitler termasuk salah satu figur terkaya Ke Jerman Ke masanya. Kekayaan utamanya berasal Di penjualan Literatur Mein Kampf yang terbit Ke 1925 dan terjual jutaan eksemplar Ke berbagai Negeri.
Di penjualan itu, Hitler mengantongi Disekitar 1,2 juta Reichsmark atau setara 8 juta dollar AS. Jika dikonversi Ke nilai Pada ini, jumlah tersebut setara triliunan Idr. Sebagai perbandingan, gaji tahunan seorang guru Ke Jerman kala itu hanya Disekitar 4.800 mark. Sambil gaji Hitler sebagai kanselir sendiri hanya 44 ribu Reichsmark per tahun.
“Pendapatan sebesar 1,232 juta Reichsmark Ke tahun 1933 adalah angka yang luar biasa,” ujar sejarawan Klaus-Dieter Dubon yang menemukan bukti Pph Hitler, dikutip Di CNBC International, Senin (9/2/2026).
Bersama pendapatan sebesar itu, seharusnya Hitler wajib membayar Pph hingga Disekitar 600 ribu Reichsmark atau setara 8 juta dollar. Nilai ini sama Bersama Rp132 miliar. Tetapi kenyataannya, dia menolak menyetor Pph.
Di Eksperimen “Was Nazi Germany an “Accommodating Dictatorship”? A Comparative Perspective on Taxation of the Rich in World War II” (2023), Hitler diketahui mengakali laporan Pph, seperti mengklaim Kendaraan Pribadi pribadi sebagai kendaraan perusahaan, Mengurangi pencatatan aset, dan mengubah laporan keuangan. Semua ini membuat Hitler lama berselisih Bersama kantor Pph Munich, Jerman, Di bertahun-tahun.
Sampai akhirnya, tagihan Pph itu hilang ketika dia berkuasa Ke 1933. Hitler mengubah aturan perpajakan yang membuat tagihan pajaknya hilang lewat Undang-Undang Pemberdayaan Pph. Hasilnya, setahun Sesudah Itu kantor Pph menghapus seluruh tagihan Pph senilai Rp132 miliar dan Berkata sosok pria berkumis Kardus itu bebas Pph seumur hidup.
Aturan ini membuatnya tercatat sebagai satu-satunya orang Ke dunia Di sejarah modern yang tak dipungut Pph. Sebagai balasan, Hitler Sesudah Itu mempromosikan kepala kantor Pph Munich, Ludwing Mirre, yang telah membantunya sebagai Kepala Kantor Pph Jerman Bersama kenaikan gaji sebesar 41%.
Keputusan tersebut menjadi ironi besar. Padahal, Ke Pada yang sama, Hitler Melewati Pembantu Presiden Tim Menteri keuangannya justru Di sibuk mencari berbagai cara Sebagai menambah pemasukan Negeri Untuk membiayai Langkah Penyembuhan Jerman dan ambisi-ambisi politiknya. Pph yang seharusnya dia bayarkan semestinya bisa menjadi simbol kontribusinya sebagai warga Negeri dan teladan Untuk Komunitas.
(mfa)
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Negeri Ubah Aturan, Orang Ini Beruntung Diizinkan Tak Bayar Pph











