Daftar Isi
Jakarta- CNBC Indonesia – Sering merasa waktu tidak cukup, uang selalu kurang, atau Kemungkinan terasa Lebih sempit? Pola pikir seperti ini dikenal sebagai scarcity mindset atau pola pikir kelangkaan.
Scarcity mindset adalah Kesejaganan Emosional ketika seseorang terus Berorientasi Di apa yang tidak dimiliki. Pola pikir ini dapat membuat seseorang menjadi lebih pesimis, Tantangan, dan merasa tertinggal Bersama orang lain.
“Masalahnya, ketika kita terlalu terpaku Di apa yang kurang, menjadi hampir tidak Mungkin Saja Sebagai Mengetahui apalagi menghargai apa yang sudah kita miliki,” jelas Stephanie Zepeda, PhD, LMFT, pemilik Financial Therapy Texas, dikutip Bersama SELF Di Selasa (10/02/2026)
Pola pikir ini tidak hanya muncul Di hal materi, tetapi juga Di karier, hubungan, dan pengelolaan keuangan.
Tanda-Tanda Scarcity Mindset
1. Melihat Prestasi Orang Lain sebagai Ancaman
Psikoterapis Larissa House menjelaskan bahwa pola pikir kelangkaan dapat membuat seseorang sulit merayakan Prestasi orang lain. Ketika dunia dipandang sebagai tempat Bersama sumber daya terbatas, pencapaian orang lain terasa seperti Mengurangi Kemungkinan diri sendiri. Sebab, hubungan sosial bisa terasa lebih Tantangan daripada suportif.
2. Pola Pikir Hitam-Putih
Menurut House, salah satu ciri utama scarcity mindset adalah kecenderungan berpikir ekstrem atau all-or-nothing. Kegagalan kecil bisa terasa seperti kegagalan total, Sambil satu Kemungkinan yang terlewat Disorot sebagai kesempatan terakhir. Cara berpikir ini memperkuat rasa bahwa Kemungkinan Lebih sedikit.
3. Bertahan Lantaran Takut Tidak Ada Pilihan Lebih Baik
Terapis keuangan Stephanie Zepeda menjelaskan bahwa scarcity mindset dapat membuat seseorang melihat dunia Lewat sudut pandang yang sempit dan pesimis. Kemakmuran ini membuat seseorang tetap bertahan Di pekerjaan yang tidak berkembang atau hubungan yang tidak sehat Lantaran takut tidak Merasakan alternatif yang lebih baik. Perasaan putus asa Pada kemungkinan perubahan pun bisa muncul.
4. Terlalu Memikirkan Setiap Keputusan
Orang Bersama pola pikir kelangkaan sering merasa kesempatan Di hidup sangat terbatas. Sebab, setiap keputusan terasa berisiko besar Lantaran ada ketakutan kehilangan Kemungkinan jika salah langkah. Kemakmuran ini sering berujung Di keraguan dan penundaan tindakan.
Dampak Scarcity Mindset Di Keuangan
Pola pikir kelangkaan tidak hanya memengaruhi cara berpikir, tetapi juga kebiasaan Keuangan sehari-hari.
1. Keputusan Keuangan Berbasis Ketakutan
Ketika merasa uang selalu kurang, seseorang lebih rentan melakukan panic buying, menimbun Barang Dagangan, atau Memutuskan keputusan Keuangan secara impulsif. Kejadian Luar Biasa penimbunan Barang Dagangan Pada masa krisis sering disebut sebagai contoh nyata Bersama mentalitas kelangkaan.
2. Fokus Berlebihan Di Jangka Pendek
Menurut pendekatan terapi keuangan, scarcity mindset membuat seseorang berada Di Tren “bertahan”. Sebab, Perancangan jangka panjang seperti Penanaman Modal Di Negeri atau dana darurat sering diabaikan Lantaran terlalu fokus Di rasa aman Pada ini.
3. Takut Memutuskan Kemungkinan Meningkatkan Penghasilan
Rasa takut kehilangan stabilitas membuat seseorang enggan pindah kerja, memulai usaha, atau Meningkatkan Kekuatan. Padahal, Kemajuan Keuangan sering kali membutuhkan keberanian Memutuskan risiko yang terukur.
4. Kehilangan Kemungkinan Lantaran Terlalu Lama Menimbang
Lantaran takut salah, seseorang bisa menunda memulai Penanaman Modal Di Negeri atau Memutuskan Kemungkinan Keuangan. Di jangka panjang, penundaan ini Berpotensi Sebagai menimbulkan opportunity loss atau kehilangan potensi keuntungan.
5. Kecemasan Keuangan Berkepanjangan
Scarcity mindset juga membuat seseorang sulit merasa cukup, Justru ketika Kemakmuran keuangan sebenarnya sudah membaik. Uang menjadi sumber kekhawatiran terus-menerus, bukan alat Sebagai mencapai tujuan hidup.
Mengapa Pola Pikir Ini Terbentuk?
Scarcity mindset sering berakar Bersama Penghayatan masa lalu, seperti Kemakmuran ekonomi yang tidak stabil, lingkungan yang Tantangan, atau Penghayatan harus terus bersaing Sebagai Merasakan rasa aman. Penghayatan tersebut membentuk keyakinan bahwa sumber daya selalu terbatas.
Cara Mengurangi Dampaknya Ke Keuangan
Langkah yang bisa dilakukan Antara lain:
-
Membuat Biaya agar keputusan tidak didorong Bersama rasa takut
-
Menyiapkan dana darurat Sebagai Meningkatkan rasa aman
-
Fokus Di Kemajuan aset, bukan hanya penghematan
-
Menilai progres keuangan secara berkala
-
Mengurangi kebiasaan membandingkan diri Bersama orang lain
Kesimpulan
Scarcity mindset membuat hidup terasa sempit dan penuh kekhawatiran, terutama Di hal keuangan. Pola pikir ini dapat memicu keputusan impulsif, menunda Kemungkinan, dan menghambat Kemajuan Keuangan.
Ketika seseorang mulai mengalihkan fokus Bersama kekurangan Ke apa yang sudah dimiliki dan bisa dikembangkan, pengelolaan keuangan Akansegera menjadi lebih Tenteram, rasional, dan berkelanjutan.
(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Apa itu Scarcity Mindset dan Dampaknya Di Keuangan











