Jakarta, CNBC Indonesia – Iran ternyata pernah hancur lebur diserang kekuatan Asing. Peristiwa itu terjadi lebih Untuk 2.300 tahun lalu, ketika Daerah Iran masih dikenal sebagai Kekaisaran Persia dan menjadi salah satu imperium terbesar Hingga dunia.
Kejayaan Pada 200 tahun runtuh Setelahnya diserang Dari penakluk muda Untuk Makedonia, Alexander the Great. Untuk serangkaian Konflik Bersenjata besar, pasukan Alexander berhasil menumbangkan kekaisaran yang Di itu dipimpin Dari Darius III.
Di masa itu, Persia berada Hingga bawah kekuasaan Dinasti Achaemenid yang berpusat Hingga Daerah yang kini bernama Iran. Wilayahnya sangat luas membentang Untuk Asia Di hingga Mesir, mencakup Daerah yang kini menjadi Turki, Irak, Suriah, hingga sebagian kawasan Asia Di.
Meski Memperoleh Daerah besar dan pasukan yang kuat, kekaisaran tersebut mulai Berusaha Mengatasi berbagai persoalan internal, termasuk konflik politik dan melemahnya kendali pusat atas Daerah-Daerah kekuasaan yang sangat jauh.
Menurut situs History, situasi tersebut dimanfaatkan Alexander Untuk melancarkan ekspansi militer Hingga Daerah Persia. Alexander sendiri merupakan putra Raja Makedonia, Philip II of yang Sebelumnya membangun kekuatan militer Makedonia menjadi sangat kuat.
Setelahnya ayahnya terbunuh Di 336 SM, Alexander naik takhta Di usia 20 tahun dan mewarisi pasukan yang terlatih serta ambisi besar Untuk memperluas Daerah kekuasaan. Salah satu target utamanya adalah Iran. Selain melanjutkan Wacana ekspansi yang telah disiapkan ayahnya, Alexander juga ingin membalas konflik lama Di Yunani dan Persia.
Di 334 SM, Alexander memimpin pasukan Makedonia menyeberangi Asia Kecil Untuk memulai Promosi Politik penaklukan Pada kekaisaran yang Di itu masih Dikatakan sebagai kekuatan terbesar Hingga dunia.
Mengutip BBC International, meski jumlah pasukan Persia jauh lebih besar, Alexander mengandalkan Pendekatan militer yang cerdik dan disiplin pasukan yang kuat. Konflik Di kedua kekuatan itu Setelahnya Itu berlangsung Lewat sejumlah Tanding besar yang menentukan nasib kekaisaran Persia.
Tanding pertama terjadi Hingga Sungai Granicus (kini berada Hingga Turki) dan berakhir Didalam Kemenangannya pasukan Alexander. Sukses ini membuka jalan Untuk pasukan Makedonia Untuk menguasai Daerah Asia Kecil.
Tak lama Setelahnya Itu, Tanding besar kembali terjadi Hingga Issus. Untuk Konflik Bersenjata tersebut, pasukan Alexander kembali berhasil mengalahkan tentara Persia dan memaksa Raja Darius III melarikan diri Untuk medan Konflik Bersenjata.
Tetapi Tanding paling menentukan terjadi Di 331 SM Untuk Battle of Gaugamela. Mengutip situs Britannica, Untuk Tanding ini, Darius III mengerahkan pasukan yang jauh lebih besar dibandingkan tentara Alexander.
Meski demikian, Alexander menggunakan strategi yang cermat Didalam Memikat barisan pasukan Persia keluar Untuk posisi mereka. Ketika celah terbuka Hingga pusat Lini Pertahanan musuh, dia memimpin serangan pasukan berkuda langsung Di posisi Darius.
Serangan tersebut memicu kekacauan Hingga barisan tentara Persia. Darius III kembali melarikan diri Untuk medan Konflik Bersenjata, Sambil pasukannya tercerai-berai. Penurunan ini menjadi titik balik yang Memberi kekuasaan Persia sebagai kekuatan utama dunia kuno Pada 200 tahun.
Setelahnya Kemenangannya tersebut, pasukan Alexander bergerak merebut kota-kota penting Persia, termasuk Babilonia, Susa, hingga Persepolis yang Karena Itu salah satu Pusat Kota kekaisaran.
Penaklukan Persepolis menjadi simbol runtuhnya kekaisaran tersebut. Kota yang Sebelumnya menjadi pusat kemegahan Persia itu Setelahnya Itu dibakar Dari pasukan Alexander.
Tak lama Setelahnya itu, Darius III terbunuh Di melarikan diri Untuk kejaran pasukan Alexander. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Dinasti Achaemenid yang telah memerintah Persia Pada lebih Untuk dua abad. Meski begitu, Daerah Iran terus Merasakan perubahan tampuk kekuasaan hingga menjelma menjadi Republik Islam Iran Hingga masa sekarang.
(mfa/mfa)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Diserang Asing-Konflik Bersenjata Besar Runtuhkan Iran Usai 200 Tahun Berjaya











