Menhan Israel Mundur Usai Ketahuan Adu Domba AS Bersama Bangsa Arab




Naskah ini merupakan Dibagian Bersama CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah Untuk menjelaskan Kemakmuran masa kini lewat relevansinya Di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Israel ternyata pernah ketahuan membuat operasi Intel Untuk mengadu domba Amerika Serikat (AS) dan Mesir agar saling berperang. Malahan, terbongkarnya Peristiwa Pidana Hukum ini membuat Pembantu Ri Lini Dibelakang Israel, Pinhas Lavon, mengundurkan diri Sebab terbukti menjadi dalang operasi Intel yang sangat licik. 

Ceritanya bermula Di 1954. Kala itu Di Mesir terjadi serangkaian ledakan yang mengguncang kota Alexandria dan Kairo. Target serangan meliputi kantor pos, stasiun kereta, terminal, bioskop, Malahan fasilitas milik AS seperti konsulat dan bangunan strategis lainnya. Meski tak menelan korban jiwa, serangan ini memicu kekacauan politik dan krisis kepercayaan Di pemerintah Mesir yang dipimpin Gamal Abdel Nasser, khususnya Bersama Washington. 

Sesudah beberapa hari, pihak berwenang berhasil Menahan Philip Nathanson, seorang pelaku yang Lalu terbukti sebagai agen Intel Israel. Penyidikan lebih lanjut Menginformasikan jaringan yang lebih luas, yakni total 13 agen Israel diduga terlibat Untuk Aksi Penolakan sabotase yang dikenal sebagai Operation Susannah.

Menurut Leonard Weiss Untuk bukunya The Lavon Affair: How a false-flag operation led to war and the Israeli bomb (2016), operasi rahasia itu bertujuan merusak hubungan Mesir-AS dan mengompori Paman Sam agar menyerang Bangsa Arab itu.

Sebagai wawasan, Pada itu, Nasser dikenal Didekat Bersama Ri AS Dwight D. Eisenhower, Malahan hampir mencapai kesepakatan persenjataan. Israel tidak senang dan khawatir persenjataan AS bisa digunakan Mesir Untuk menyerang Bangsa Yahudi tersebut.

Jika sukses dan Mesir Merasakan ketidakstabilan, maka Barat Berencana berpikir dua kali Untuk Memberi Pemberian lebih lanjut. Harapan Israel adalah bahwa Operasi Susannah Berencana memperkuat musuh-musuh Nasser dan melemahkan argumen Pemberian Barat,” tulis Weiss.

Tentu impian Israel agar AS memusuhi dan memerangi Mesir gagal total. Dampaknya, skandal ini memicu krisis politik Di Israel. Pembantu Ri Lini Dibelakang Pinhas Lavon sempat disebut menyetujui operasi, lalu mengundurkan diri. Di Mesir, Nasser diketahui marah besar hingga mencapai puncaknya setahun Lalu ketika dia menasionalisasi Terusan Suez yang memicu serangan militer Dari Israel, Inggris, dan Prancis.

Kini, Sesudah 72 tahun, kejadian serupa diduga kuat terulang kembali Untuk Konflik Bersenjata Iran. Mengutip laporan Middle East Monitor, pemerintah Iran menuding Israel berada Di balik serangan yang menyasar fasilitas sipil Di Bangsa tetangga, seperti kilang Migas Arab Saudi dan bandara Di Azerbaijan. Sebab, Teheran tidak pernah melancarkan serangan Hingga sana. 

Pemerintah Iran Menginformasikan Israel memainkan skenario false flag operation atau operasi rahasia yang dirancang agar tampak dilakukan pihak lain, Bersama tujuan memicu konflik.

(mfa/wur)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Menhan Israel Mundur Usai Ketahuan Adu Domba AS Bersama Bangsa Arab

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/