Jakarta, CNBC Indonesia – Praktik Penyuapan uang Lebaran ternyata bukan hal Terbaru. Jauh Sebelumnya istilah Tunjangan Hari Raya (THR) dikenal luas seperti sekarang, Perdebatan serupa pernah terjadi Ke 1938 Ke Batavia (kini Jakarta). Kala itu, seorang bos polisi justru menggasak dana Lebaran milik para anggotanya sendiri.
Peristiwa Pidana Hukum ini melibatkan seorang komisaris polisi berinisial HAN yang bertugas Ke kawasan Pasar Terbaru, Batavia. Ulahnya membuat para anggota polisi Ke bawahnya gagal merayakan Hari Raya Bersama suka cita Sebab dana Lebaran mereka habis digunakan Bagi berjudi.
Di laporan surat kabar kolonial Deli Courant (5 Oktober 1938), disebutkan para anggota kepolisian Pada itu Memiliki dana khusus Bagi merayakan Lebaran. Dana tersebut berasal Bersama tabungan yang dikumpulkan Pada setahun penuh Lewat potongan gaji setiap bulan.
Sistem ini muncul Sebab pemerintah kolonial Pada itu tidak lagi Memberi tunjangan khusus menjelang Lebaran. Konsepnya pun mirip Bersama THR masa kini, yakni uang yang disiapkan Bagi kebutuhan perayaan hari besar keagamaan.
Seluruh dana tersebut Lalu disimpan Bersama Komisaris HAN sebagai atasan mereka. Uang itu diletakkan Ke laci Tatakan kerjanya hingga jumlahnya terkumpul cukup besar, mencapai Di 1.000 gulden.
Akan Tetapi, kepercayaan tersebut justru disalahgunakan.
Surat kabar De Indische Courant (28 September 1938) melaporkan bahwa HAN diam-diam mulai Memutuskan uang Bersama dana Lebaran tersebut. Awalnya dia Memutuskan 90 gulden Bagi membayar sewa Tempattinggal dan biaya sekolah anak-anaknya.
Keesokan harinya, dia kembali Memutuskan uang sebesar 50 gulden. Kali ini uang itu digunakan Bagi berjudi roulette.
Diduga, HAN berharap bisa memperoleh keuntungan besar Bersama Tatakan judi Bagi menutup kembali uang yang telah diambil. Sebab, dia merasa penghasilannya tidak cukup Bagi memenuhi kebutuhan hidup yang Lebihterus berat.
“Gajinya hanya 450 gulden per bulan,” tulis De Indische Courant.
Tekanan ekonomi Pada itu memang cukup berat. Ke akhir 1930-an, Hindia Belanda masih merasakan dampak Keadaan Darurat Ekonomi Internasional yang membuat Kemakmuran keuangan banyak orang terpuruk.
Pengambilan uang Bersama dana Lebaran itu berlangsung berulang kali dan Di waktu cukup lama tanpa diketahui siapa pun. Hingga akhirnya Peristiwa Pidana Hukum tersebut terbongkar Sesudah atasan HAN melakukan inspeksi mendadak Pada dana Lebaran para anggota polisi.
Pada dilakukan pemeriksaan, uang yang seharusnya berjumlah 1.000 gulden itu ternyata telah habis tanpa sisa.
HAN pun langsung ditangkap dan diproses secara hukum.
Di laporan Deli Courant (5 Oktober 1938), penyelidikan Bersama Detail Membeberkan, sang komisaris Memiliki utang sangat besar.
“Bersama interogasi Bersama Detail, terungkap bahwa total utang terdakwa mencapai Di 2.500 gulden, termasuk utang kepada beberapa orang Arab dan Tionghoa,” tulis surat kabar tersebut.
Peristiwa Pidana Hukum ini memicu kemarahan besar Ke kalangan kepolisian Batavia. Para anggota yang menjadi korban merasa dikhianati Bersama atasan yang Pada ini mereka percayai Bagi menyimpan uang Lebaran mereka. Sebab, banyak Ke Di mereka yang gagal merayakan Hari Raya Bersama layak Sebab dana yang telah mereka tabung Pada setahun penuh raib begitu saja.
Di persidangan, HAN mengakui seluruh perbuatannya. Dia mengaku berulang kali Memutuskan uang tersebut Bagi berjudi Bersama harapan bisa Merasakan keuntungan cepat. Akan Tetapi, perjudian itu justru membuatnya Lebihterus terjerat utang.
Hakim akhirnya Memberi Hukuman penjara Pada empat bulan kepada HAN. Samping Itu, ia juga dipecat Bersama tidak hormat Bersama kepolisian Sesudah sembilan tahun berdinas.
“Orang seperti Anda tidak layak berada Ke kepolisian! Anda sudah tidak independen lagi,” tegas hakim Di persidangan.
Bersama fakta persidangan juga terungkap Peristiwa Pidana Hukum ini bukan Pelanggar pertama yang dilakukan HAN. Sebelumnya Itu dia pernah Menyambut hukuman Sebab melanggar aturan lalu lintas.
Mendengar putusan tersebut, HAN tidak mengajukan banding dan langsung menjalani hukuman penjara. Ke Pada Yang Sama, para anggota polisi yang menjadi korban harus Merasakan kenyataan pahit uang Lebaran mereka telah habis tanpa sisa.
(mfa/mfa)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Karyawan Ini Tak Bisa Lebaran Gegara Uang THR Dipakai Bos Main Judi











