Tangan Kanan Ri AS Takut Temui Ri RI Lantaran Nyi Roro Kidul




Jakarta, CNBC Indonesia – Ada kisah tak biasa Ke balik hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat Ke era 1960-an. Sosok penting Washington Ke Jakarta, Marshall Green, ternyata pernah diliputi ketakutan hingga beberapa kali menolak ajakan langsung Ri Soekarno.

Bukan Lantaran alasan politik atau Keselamatan, melainkan faktor yang tak terduga, yakni mitos penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul.

Ceritanya bermula Di Soekarno kerap mengajak Green berkunjung Hingga Pelabuhan Ratu, lokasi peristirahatan Ri yang menghadap langsung Hingga Samudera Hindia. Bagi Soekarno, kunjungan itu sekadar agenda santai Ke Ditengah padatnya urusan kenegaraan.

Akan Tetapi, Bagi Green, ajakan tersebut justru memicu kegelisahan.

Ketakutan itu menguat Sesudah muncul kabar seorang diplomat Foreign yang tewas terseret ombak Ke kawasan tersebut. Kisah ini juga dicatat Bersama pelukis Basoeki Abdullah Untuk Literatur Basoeki Abdullah: Sang Hanoman Keloyongan (2023). Dia menyebut korban diketahui mengenakan Pengganti berwarna hijau, yang Lalu dikaitkan Bersama mitos larangan memakai warna tersebut Ke pantai selatan.

Dari Di itu, Green yang awalnya tak terlalu percaya hal mistis mulai berubah sikap. Dia Justru disebut-sebut merasa dirinya sudah “Didekat” Bersama bahaya, hanya Lantaran nama belakangnya, Green, yang Untuk bahasa Indonesia berarti hijau.

Kekhawatiran itu membuatnya berkali-kali menolak ajakan Soekarno Hingga Pelabuhan Ratu, meski undangan datang langsung Untuk orang nomor satu Ke Indonesia.

Foto: Nyi Roro Kidul. (Dok. Kemendikbud)
Nyi Roro Kidul. (Dok. Kemendikbud)

Padahal, satu hal yang tidak diketahui Bersama ‘tangan kanan’ Ri AS itu adalah alasan logis Ke balik Nyi Roro Kidul. Sastrawan Pramoedya Ananta Toer Untuk Literatur Sastra, Alat Pengindera, dan Negeri (1995) menjelaskan, narasi Ratu Laut Selatan muncul sebagai konstruksi Kearifan Lokal Dunia Ke era Kerajaan Mataram, salah satunya Bagi menegaskan simbol kekuasaan Ke Daerah selatan Sesudah kehilangan dominasi Ke pesisir utara Jawa.

Mitos ini Lalu berkembang luas Ke Komunitas, termasuk larangan memakai Pengganti hijau yang diyakini sebagai simbol tertentu Ke masa itu.

Akan Tetapi secara ilmiah, Trend Populer yang kerap memakan korban Ke pantai selatan Jawa, termasuk Pelabuhan Ratu, bukanlah akibat hal mistis. Sejumlah Eksperimen, salah satunya studi “Studi Rip Current Ke Pantai Selatan Yogyakarta” (2015) Untuk Universitas Diponegoro, menyebut penyebab utama kecelakaan laut Ke kawasan tersebut adalah rip current.

Arus ini merupakan aliran kuat yang bergerak Untuk pantai Hingga laut lepas, terbentuk akibat pertemuan gelombang dan Kemakmuran morfologi pantai yang curam serta langsung Untuk.

Karenanya, ketakutan yang dialami “tangan kanan” pemerintah AS itu sejatinya merupakan perpaduan Ditengah kuatnya narasi Kearifan Lokal Dunia dan minimnya pemahaman Pada Trend Populer alam yang sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah.

(mfa/wur)



Add



as a preferred

source on Google



Artikel ini disadur –> Cnbcindonesia Indonesia: Tangan Kanan Ri AS Takut Temui Ri RI Lantaran Nyi Roro Kidul

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/